Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian PU Bangun Daerah Irigasi Randangan di Gorontalo Rp400 Miliar

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum segera membangun daerah irigasi (DI) Randangan di Gorontalo senilai Rp400 miliar untuk mengairi persawahan teknis seluas 8.963 ha.
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 06 Oktober 2013  |  12:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum segera membangun daerah irigasi (DI) Randangan di Gorontalo senilai Rp400 miliar untuk mengairi persawahan teknis seluas 8.963 ha.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Ruhban Ruzziyatno menjelaskan untuk tahap awal, balai akan membangun Bendung Randang senilai Rp150 miliar.

“Karena proyek irigasi ini tahun jamak hingga 2016, maka tahun ini pemerintah telah mengalokasikan Rp25 miliar,” katanya, Minggu (6/10/2013).

Dia menyampaikan groundbreaking bendung tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober ini.

Saat ini, lanjut Ruhban, pihaknya sedang dalam proses penetapan pemenang.

“Ketetapan kontrak proyek ini juga membutuhkan tandatangan Menteri PU sehingga kami harap bisa dilakukan pada pekan ini,” jelasnya.

DI Randangan terletak di Kabupaten Pahuwato, atau kurang lebih 200 km di sebelah barat kota Gorontalo.

Keberadaan DI tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktifitas padi dari 2-3 ton/ha menjadi 5-6 ton/ha untuk para petani khususnya di Kecamatan Randangan dan Patilanggio.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian pu gorontalo daerah irigasi bendung randang
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top