Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

TOL BALI: Uji kelaikan Berjalan Cepat

BISNIS.COM, JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum memastikan uji kelaikan tol Bali berjalan cepat mengingat kondisi bangunan dalam keadaan baik.Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan uji kelaikan biasanya memakan waktu 10 hari."Biasanya
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 23 Juni 2013  |  19:49 WIB
TOL BALI: Uji kelaikan Berjalan Cepat
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum memastikan uji kelaikan tol Bali berjalan cepat mengingat kondisi bangunan dalam keadaan baik.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan uji kelaikan biasanya memakan waktu 10 hari.

"Biasanya 10 hari. Tapi kalau semuanya sudah baik jadi cepat. Yang lama itu kalau ada perbaikannya," ujarnya, Sabtu (22/6).

Dia menuturkan kondisi fisik tol Bali saat ini baik dari segi keamanan dan kenyamanan sehingga diharapkan proses uji kelaikannya akan berjalan cepat.

Setelahnya maka akan diresmikan dan kemudian dioperasikan, dan pada saat yang bersamaan tarif tol senilai Rp2,4 triliun itu akan ditentukan.

Jembatan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa menghubungkan kawasan Nusa Dua di selatan Pulau Bali dengan kawasan Pelabuhan Benoa di Kecamatan Denpasar Selatan.

Dengan panjang 12,7 km, jembatan tol ini terdiri atas empat ruas tol. Konstruksi tol 10 kilometer berdiri di atas laut dan sekitar 2 kilometer di atas tanah darat. Lebar jalan utama tol itu hampir sepanjang 26 meter ditambah 4-5 meter untuk sepeda motor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian pu tol bali uji kelaikan
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top