Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JALAN TOL: Jasa Marga Siap Akuisisi Ruas Tengah Kota Surabaya

BISNIS.COM, JAKARTA--PT Jasa Marga Tbk memastikan tetap berminat untuk mengakuisisi proyek jalan Tol Tengah Kota Surabaya setelah seluruh persyaratannya terpenuhi, baik regulasi maupun kelayakan teknis dan finansial.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 20 Mei 2013  |  16:14 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--PT Jasa Marga Tbk memastikan tetap berminat untuk mengakuisisi proyek jalan Tol Tengah Kota Surabaya setelah seluruh persyaratannya terpenuhi, baik regulasi maupun kelayakan teknis dan finansial.

Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk Hasanudin mengungkapkan pihaknya sudah mengkaji proyek jalan tol Waru-Wonokromo-Tanjung Perak atau tol dalam Kota Surabaya.

"Posisinya kami sedang melakukan valuasi terhadap proyek itu, baik dari sisi teknis operasional, maupun kelayakannya finansial. Kami tetap berminat untuk akuisisi," ujar Hasanudin dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Senin (20/5/2013).

Menurutnya, minat perseroan mengakuisisi jalan tol tersebut karena jika proyek tersebut jadi dibangun maka nantinya akan terhubung dengan jalan tol Jasa Marga lainnya di Jawa Timur yakni Surabaya-Gempol.

Selain itu, jalan tol sepanjang 17,7 km diyakini akan menjadi salah satu solusi kemacetan dan memperlancar distribusi barang dan jasa. Pasalnya lalu lintas akan tertolong dengan hadirnya jalan tol tersebut.

Ia menegaskan proses akuisisi memang masih dalam proses valuasi tetapi perseroan menargetkan saham mayoritas di jalan tol tersebut sesuai dengan kecendrungan perseroan ketika mengakuisi ruas tol.

"Intinya, kami sedang valuasi dan pasti masuk, asalkan persyaratannya sudah 'clean' dan 'clear'," katanya.

Penegasan itu diungkapkan Hasanudin di sela-sela menjadi guru di di SMAN 1 Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur dalam program Gerakan Direksi BUMN Mengajar "Mengasah Diri, Meraih Prestasi".

Kepala Cabang PT Jasa Marga Surabaya-Gempol Agus Purnomo mengakui saat ini potensi kemacetan dan biaya logistik untuk angkutan barang selepas tol Surabaya-Gempol semakin tinggi.

"Truk barang banyak yang berhenti di sekitar Ujung Waru dan Gunung Sahari karena menunggu jam boleh masuk ke arteri dalam kota di atas jam 9 untuk pagi dan jam 16 untuk sore," katanya.

Sementara Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazali mengakui kesulitan melobi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar menyetujui proyek jalan tol tengah kota.

Gani mengklaim dokumen bisnis proyek telah selesai dan perjanjian kontrak antara Kementerian Pekerjaan Umum dengan pelaksana proyek, PT Margaraya Jawa Tol, pun telah ditandatangani.

"Persetujuan dari Pemprov Jatim juga sudah keluar, proyek tidak bisa berjalan karena penolakan wali kota dan ini aneh karena lahan telah berhasil dibebaskan seluruhnya," ungkap Gani.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sejak diangkat pada 2010 dengan tegas menolak pembangunan tol tersebut karena dianggap tidak menyelesaikan kemacetan Kota Surabaya.

Proyek tol tersebut berupa jembatan layang sepanjang 17,7 km dan membelah Kota Surabaya serta akan menghubungkan Waru, Sidoarjo, dan menyambung ke Pelabuhan Laut Tanjung Perak.

Nilai investasi untuk membangun tol tersebut diperkirakan sebesar Rp11,1 triliun.  (ra)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jasa marga tol tengah kota surabaya jalan tol dalam kota
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top