Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PETERNAKAN SAPI: KEN Studi Komparasi ke Australia & Selandia Baru

BISNIS.COM, JAKARTA—Komite Ekonomi Nasional akan berkunjung ke Australia dan Selandia Baru untuk mengkaji potensi investasi peternakan sapi Indonesia di kedua negara tersebut.
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 13 Maret 2013  |  17:15 WIB
PETERNAKAN SAPI: KEN Studi Komparasi ke Australia & Selandia Baru
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Komite Ekonomi Nasional akan berkunjung ke Australia dan Selandia Baru untuk mengkaji potensi investasi peternakan sapi Indonesia di kedua negara tersebut.

Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung mengatakan Australia dan Selandia Baru berpotensi sebagai lokasi outsourcing produksi sapi untuk kebutuhan daging sapi di Tanah Air.

Perwakilan KEN, jelasnya, akan berkunjung pada awal April untuk membicarakan rencana penanaman modal Indonesia dengan pemerintah kedua negara.

“Presiden minta kalau seandainya sudah detil dalam 2 minggu ke depan, awal bulan depan kita segera berangkat membawa surat langsung dari Presiden untuk perdana menteri kedua negara,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan hari ini, Rabu (13/3/2013).

Chairul menjelaskan pengalihan produksi sapi ke luar negeri dibutuhkan untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan yang bisa dipergunakan untuk peternakan sapi di Indonesia.

“Makanya kami berpikir untuk sapi Indonesia akan investasi di negara luar di mana nanti hasil produksinya diakui sebagai produk Indonesia, masuk bukan diimpor, itu produk kita,” katanya.

Rencana tersebut, menurut Chairul, bisa segera diimplementasikan begitu ada kesepahaman antara Indonesia dengan Australia dan Selandia Baru. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sapi selandia baru ken australia

Sumber : Demis Rizky Gosta

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top