Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mentrans Iftitah Ungkap Strataegi Dorong Transmigrasi: Ada Gula Ada Semut

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman mendorong transmigrasi dengan strategi 'ada gula, ada semut' demi kawasan ekonomi terintegrasi & distribusi kesejahteraan.
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman dalam acara dalam Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan Kawasan Transmigrasi 2025 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (29/8/2025)./Bisnis-Mochammad Ryan H
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman dalam acara dalam Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan Kawasan Transmigrasi 2025 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (29/8/2025)./Bisnis-Mochammad Ryan H

Bisnis.com, LOMBOK — Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman mengungkapkan jurus mendorong program transmigrasi dengan strategi 'ada gula, ada semut'.

Dia menjelaskan, salah satu tantangan dari program transmigrasi adalah mengubah persepsi masyarakat. Menurutnya, masyarakat pada umumnya sudah terlanjur memahami transmigrasi itu hanya memindahkan orang dari Jawa ke luar Pulau Jawa.

"Memindahkan orang dari tempat yang padat ke tempat yang jarang. Memindahkan kemiskinan. Bahkan lebih parah lagi memindahkan masalah. Inilah persepsi yang sudah terlanjur terbentuk di masyarakat," tutur Iftitah dalam Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan Kawasan Transmigrasi 2025 di Lombok, NTB, Jumat (29/8/2025).

Iftitah pun menyebut, tujuan transmigrasi bukanlah seperti itu. Oleh karena itu, dia memiliki strategi khusus untuk mendorong transmigrasi, yakni 'ada gula, ada semut'.

Menurutnya, transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk, tetapi membangun kawasan ekonomi terintegrasi.

Selain itu, transmigrasi bukan lagi soal distribusi penduduk, tetapi distribusi kesejahteraan, pembangunan inklusif berkelanjutan, dan distribusi sumber daya manusia (SDM) unggul.

"Strateginya adalah 'ada gula, ada semut'. Jadi kita harus membentuk gula-gulanya ini di kawasan transmigrasi," ucap Iftitah.

Dia pun menyebut, dengan menciptakan kawasan ekonomi yang produktif, migrasi penduduk dengan skala besar, akan berjalan secara alamiah, sukarela, dan mandiri tanpa investasi dan bantuan dana pemerintah.

"Faktanya program transmigrasi di masa lalu ada yang 250 KK [Kartu Keluarga] ditempatkan tinggal 1 KK lagi. 249 kembali ke daerahnya masing-masing. Tentu kita tidak ingin itu terjadi di masa kini dan masa mendatang," imbuh Iftitah.

Lebih lanjut, Iftitah juga menyebut pihaknya memiliki lima  program unggulan transmigrasi, termasuk Trans Tuntas yang merupakan program legalisasi tanah transmigrasi.

Selain itu, program Trans Lokal yakni pembangunan rumah, jalan, jembatan, dan fasilitas umum. Kemudian, Trans Patriot yang merupakan pendampingan dan beasiswa bagi SDM transmigrasi.

Lalu, Trans Karya Nusa yang merupakan program pengembangan ekonomi lokal dan industri kecil. Terakhir, yakni Trans Gotong Royong merupakan kolaborasi lintas sektor untuk kawasan ekonomi transmigrasi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro