Bisnis.com, JAKARTA - Indeks-indeks utama Wall Street memerah pada Rabu (2/4/2025) seiring meningkatnya kekhawatiran investor akan potensi dampak tarif timbal balik yang akan diumumkan Presiden AS Donald Trump terhadap ekonomi global, pendapatan perusahaan, dan inflasi.
Dilansir dari Reuters pada Rabu (2/4/2025), rincian rencana tarif impor Trump masih dirumuskan dan belum diungkapkan pemerintah AS menjelang upacara pengumuman di White House Rose Garden yang dijadwalkan pada pukul 16.00 waktu setempat.
Trump telah mengatakan bahwa tarif timbal balik atau resiprokal bertujuan untuk menyamakan tarif AS yang relatif lebih rendah dengan tarif yang diberlakukan oleh negara-negara lain.
Meskipun format bea masuknya masih belum jelas, ada laporan bahwa Trump sedang mempertimbangkan tarif universal produk impor yang akan masuk ke AS sebesar 20%.
Ketidakpastian seputar rincian tarif Trump sangat membebani investor, mendorong mereka untuk terus mengurangi alokasi mereka ke AS, kata Chris Beauchamp, kepala analis pasar di IG Group.
“Jika ada petunjuk bahwa mereka akan menerapkan tarif yang tidak terlalu kejam, kita bisa melihat beberapa kelegaan [di pasar saham],” ujarnya dikutip dari Reuters, Rabu (2/4/2025).
Baca Juga
Pada pembukaan Wall Street pukul 09:39 pagi, Dow Jones Industrial Average (.DJI) tercatat turun 156,51 poin, atau 0,37%, menjadi 41.833,45.
Adapun, S&P 500 (.SPX) juga turun 26,55 poin, atau 0,47%, menjadi 5.606,52 dan Nasdaq Composite (.IXIC) tergelincir 99,07 poin, atau 0,57%, menjadi 17.350,82.
Semua 11 sub-sektor S&P 500 berada di zona merah, dengan sektor diskresioner konsumen (.SPLRCD) memimpin kerugian, terseret oleh penurunan hampir 6% di Tesla (TSLA.O), setelah produsen mobil listrik milik miliarder Elon Musk itu melaporkan penurunan 13% dalam pengiriman kuartal I/2025.