Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jakarta Banjir Meski Ada Bendungan Ciawi-Sukamahi, PU Bilang Begini

Kementerian PU buka suara terkait dengan keberadaan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi yang dinilai tidak mampu mencegah terjadinya banjir di Jakarta.
Sejumlah kendaraan berusaha melintasi genangan air akibat banjir di Jakarta, Senin (25/1). Bisnis
Sejumlah kendaraan berusaha melintasi genangan air akibat banjir di Jakarta, Senin (25/1). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) buka suara usai masyarakat menyoroti wilayah Jabodetabek tetap terkena banjir meski pemerintah sebelumnya telah jor-joran membangun Bendungan Ciawi hingga Bendungan Sukamahi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA), Lilik Retno Cahyadiningsih menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan.

“Sebenarnya Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi itu sudah menunjukkan kinerjanya. Karena kemarin waktu banjir itu, bendungan tersebut sudah mampu menahan 2 juta meter kubik (M3) untuk Bendungan Ciawi, 0,3 juta M3 untuk Bendungan Sukamahi,” kata Lilik saat ditemui di Kantor Kementerian PU, Jumat (7/3/2025).

Lilik lantas memberikan penjelasan mengapa wilayah Jabodetabek masih diterjang banjir, padahal sebelumnya 2 bendungan tersebut digadang-gadang bakal menjadi solusi dari permasalahan banjir di Jakarta.

Dia menjelaskan, banjir terjadi karena curah hujan di wilayah bawah Jakarta dan sekitarnya cenderung tinggi. Kementerian PU mencatat curah hujan wilayah Jabodetabek bahkan telah mencapai 356 milimeter (mm).

“Di bawahnya memang curah hujannya cukup ekstrim. Sangat ekstrem. Kategori sangat lebat dan ekstrem itu ukurannya lebih besar dari 150 mm kubik per hari. Dan yang terjadi kemarin mencapai 356 mm kubik per hari. Jadi memang sangat ekstrem,” pungkasnya. 

Sebelumya, Bendungan Cimahi dan Bendungan Sukamahi telah diresmikan pemerintah pada periode kepemimpinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada 23 Desember 2022.

Kala itu, Jokowi menjelaskan bahwa bendungan tersebut dapat menekan banjir di DKI Jakarta hampir separuh lebih atau sekitar 200 hekatare lahan rumah warga terbebas dari banjir. 

Jokowi juga mengatakan dengan selesainya pembangunan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi, kiriman banjir dari Jawa Barat ke Jakarta dapat berkurang sekitar 30,6 persen. Jumlah tersebut akan dimaksimalkan dengan upaya upaya penanganan banjir di Jakarta.

Adapun, Bendungan Ciawi memiliki volume tampung 6,05 juta m3 dan luas area genangan 39,40 hektare untuk mereduksi banjir sebesar 111,75 m3 per detik. Kontrak pembangunannya bernilai Rp798,70 miliar dengan kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Sacna (KSO). 

Sementara itu, Bendungan Sukamahi memiliki daya tampung 1,68 juta m3 dan luas area genangan 5,23 hektare dengan manfaat mereduksi banjir sebesar 15,47 m3 per detik. 

Pembangunan Bendungan Sukamahi sudah direncanakan sejak era 1990 dan mulai dibangun pada 2017. Kontrak pembangunannya bernilai Rp464,93 miliar dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) - Basuki KSO.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper