Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mendag Zulhas Beberkan Tugas Awal Satgas Impor Ilegal

Mendag Zulhas menjelaskan tugas awal dari Satgas Impor Ilegal yang dibentuk bersama dengan Kadin.
Ilustrasi kegiatan impor. Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi kegiatan impor. Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan tugas awal Satgas Impor Ilegal yang akan dibentuk dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Zulhas menuturkan belum bisa memerinci pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam satgas pemberantasan barang selundupan ilegal tersebut.

"Namun, sebagai langkah awal, nantinya Satgas tersebut akan melakukan sidak ke lapangan untuk mengecek keberadaan produk impor ilegal," katanya, Selasa (9/7/2024).

Selain itu, lanjutnya, satgas tersebut juga akan menelusuri ihwal dugaan penyalahgunaan kode HS untuk produk impor. Terlebih, saat ini Indonesia mengalami banjir produk selundupan dan menjadi persoalan yang belum terselesaikan.

Dia menilai banjir impor ilegal menjadi masalah utama menyusul adanya perbedaan data yang signifikan antara data impor resmi yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan data ekspor dari negara asal.

"Kita temukan, data impor kita kalau dari luar dengan data yang ada di dalam negeri bedanya jauh, jomplang. Jadi misalnya impor kita US$100 juta data kita BPS, data dari luar itu bisa US$300 juta, jadi jauh sekali," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid menyebut pembentukan satgas menjadi upaya bersama antara pemerintah dan dunia usaha untuk menyelesaikan masalah yang merugikan industri dalam negeri.

Di sisi lain, pembentukan Satgas impor ilegal diyakini bisa membantu pemerintah dalam penentuan safeguard yang lebih tepat sasaran atau sesuai dengan sektor terkait.

"Di sinilah kita mencari solusi bukan saling menyalahkan," kata Arsjad.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper