Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IKN Butuh Investasi Rp100 Triliun Tahun Ini, OIKN Gandeng INA

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) meneken kerja sama dengan Indonesia Investment Authority (INA) untuk menggenjot laju investasi IKN hingga Rp100 triliun.
Kepala OIKN Bambang Susantono, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono dan Chief Executive Office Indonesia Investment Authority (INA) Ridha D. M. Wirakusumah saat ditemui di Kawasan ITDC Nusa Dua, Minggu (19/5/2024)./ BISNIS - Alifian Asmaasyi
Kepala OIKN Bambang Susantono, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono dan Chief Executive Office Indonesia Investment Authority (INA) Ridha D. M. Wirakusumah saat ditemui di Kawasan ITDC Nusa Dua, Minggu (19/5/2024)./ BISNIS - Alifian Asmaasyi

Bisnis.com, DENPASAR - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) meneken kerja sama dengan Indonesia Investment Authority (INA) untuk menggenjot laju investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala OIKN, Bambang Susantono, menuturkan bahwa hal tersebut dilakukan dalam rangka mengejar target investasi di IKN sepanjang 2024 mencapai Rp100 triliun.

"Intinya adalah kita ingin mempercepat realisasi dari investasi di kita, baik asing maupun lokal. Sehingga, nantinya kecepatan dalam pembangunan di IKN itu bisa terwujud dengan baik," tuturnya saat ditemui di Grand Hyatt Bali, Minggu (19/5/2024).

Bambang menuturkan, nantinya OIKN bersama INA diketahui bakal mengkurasi calon investor yang telah memberikan surat minat investasi (letter of intent).

Adapun saat ini, tambah Bambang, jumlah surat minat investasi yang telah masuk ke IKN dilaporkan telah mencapai 407 surat.

"Kalau kita lihat jumlah LoI sudah sekitar 407, dari situ kita harapkan dengan teman-teman dari INA bisa kita lihat lebih fokus mana yang akan kita coba fasilitasi dengan baik," tambahnya.

Bambang berharap kerja sama OIKN dengan INA ini juga dapat mempercepat realisasi investasi di IKN yang dibidik tembus Rp100 triliun pada 2024.

Sebelumnya, Bambang menyebut bahwa geliat investasi itu utamanya bakal ditopang oleh suntikan modal asing asing  melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). 

"Ini salah satunya mungkin akan ada masuk asing. Jadi, mudah-mudahan hingga akhir tahun bisa sampai Rp100 triliun. Karena ini cukup besar ya untuk yang investasi dengan pola KPBU," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Alifian Asmaaysi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper