Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Proyek MRT Fase 2A Telan Rp4,7 Triliun, Siapa yang Bayar?

PT MRT Jakarta menjelaskan pihak yang bayar proyek MRT Fase 2A rute Bundaran HI hingga Kota senilai total Rp4,7 triliun.
Rangkaian kereta moda raya terpadu (MRT) melintas di Stasiun MRT Asean, Jakarta, Rabu (11/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Rangkaian kereta moda raya terpadu (MRT) melintas di Stasiun MRT Asean, Jakarta, Rabu (11/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) telah menyepakati kontrak kerja sama senilai Rp4,7 triliun dengan Sojitz Corporation untuk penggarapan sistem perkeretaapian dan rel untuk fase 2A MRT dari Bundaran HI hingga Kota.

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, menuturkan pembayaran kontrak kepada Sojitz itu menggunakan dana pinjaman (loan) yang diberikan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk pembangunan fase 2 MRT Jakarta.

Dia menjelaskan, skema pembayaran ini serupa dengan yang digunakan saat pengerjaan MRT Jakarta Fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI. Pembayaran kepada kontraktor akan dilakukan bertahap sesuai dengan milestone pekerjaan. 

"Nanti yang membayar langsung [ke kontraktor] adalah JICA, seperti skema waktu membangun fase 1," jelas Tomo saat dikonfirmasi, Kamis (18/4/2024).

Sementara itu, berdasarkan informasi dari laman resmi MRT Jakarta, pembangunan MRT dibiayai oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta didukung oleh dana pinjaman Pemerintah Jepang melalui JICA.

Dana pinjaman JICA yang telah diterima Pemerintah Pusat diterushibahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dokumen APBN yang berkaitan pinjaman berada pada Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah, Sub Direktorat Hibah Daerah, dengan nama program dan kegiatannya adalah Program Pengelolaan Hibah Negara dengan Kegiatan Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah LN sebagai hibah kepada Pemerintah Daerah. Executing agency adalah Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Sesuai dengan Permenko No. 1/2018 terdapat penambahan jumlah pinjaman untuk fase 1 sebesar US$191 juta dan untuk fase 2 sebesar US$1,67 miliar. Loan agreement yang telah diberikan adalah Loan Agreement No. IP 578 sebesar ¥70,021,000,000 yang alokasinya untuk penambahan fase 1 sebesar ¥21,544,000,000 dan pinjaman tahap satu fase 2 sebesar ¥48,477,000,000.

Sebelumnya, Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menjelaskan, paket kontrak yang disepakati adalah contract package CP 205 untuk sistem perkeretapian dan rel dari Bundaran HI hingga Kota. Nilai paket kontrak yang disepakati dengan Sojitz adalah sekitar Rp4,7 triliun. 

Tuhiyat menuturkan, kesepakatan ini merupakan akhir dari penantian panjang perusahaan dalam menentukan kontraktor. Dia mengatakan, proses tender sudah gagal tiga kali sebelum Sojitz mendapatkan kontrak tersebut.

Salah satu faktor penyebab kegagalan tender adalah pandemi Covid-19. Selain itu, proses tender juga terkendala oleh faktor eksternal lain perang di berbagai wilayah, dan tensi geopolitik. 

"Selain itu, ada juga kelangkaan semikonduktor yang menyebabkan terganggu  pada saat itu," jelas Tuhiyat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper