Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PUPR Blak-blakan Nasib Proyek Getaci, Tol Terpanjang RI Usai Ditinggal Investor

Kementerian PUPR menyampaikan perkembangan terkini proyek Tol Getaci yang bakal menjadi jalan tol terpanjang di RI. Begini nasibnya.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan proyek Jalan Tol Gede Bage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) mulai dibangun pada 2022 - Instagram BPJT.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan proyek Jalan Tol Gede Bage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) mulai dibangun pada 2022 - Instagram BPJT.

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan perkembangan terkini terkait dengan rencana pembangunan Jalan Tol Gedebage - Tasikmalaya - Cilacap atau Tol Getaci yang disebut bakal menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia.

Kepala Bidang Sistem Informasi Layanan Jalan Tol Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Ali Rachmadi Nasution, menyebut proyek Tol Getaci saat ini tengah dalam tahap lelang ulang. Adapun, proses yang sedang berjalan saat ini ialah dalam tahap prakualifikasi.

"Untuk Jalan Tol Gedebage - Tasikmalaya - Ciamis saat ini progresnya dalam tahap proses prakualifikasi lelang," kata Ali saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (18/4/2024).

Ali juga menjelaskan, dalam tahap lelang ulang kali ini terdapat sejumlah penambahan komponen konstruksi. Salah satunya, yakni mengenai pengadaan kajian lahan tambahan untuk pematokan right of way (ROW). 

"Dan untuk penambahan ROW telah diakomodir dalam dokumen pelelangan terbaru," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Reni Ahiantini, menyebut penambahan ROW pada proyek Tol Getaci dilakukan dalam rangka pemenuhan safety zone.

Dia menuturkan, alasan penambahan kajian ROW dalam dokumen lelang terbaru dilakukan karena pada saat pelelangan awal, ketentuan untuk memasukkan clear zone ke dalam basic design itu belum terbit.

Reni memprediksi, apabila proses lelang berjalan lancar, maka pada kuartal II/2024 proyek Tol Getaci diharapkan bakal memiliki investor baru. Sementara itu, proses konstruksi diprediksi paling cepat dapat dilakukan pada kuartal IV/2024. 

"Kalau iya lancar sebagaimana diharapkan di Kuartal IV/2024 sudah mulai bisa konstruksi," pungkas Reni.

Sebagai informasi, ruas tol Gedebage-Tasikmalaya-Ciamis yang akan menjadi jalan tol terpanjang RI memiliki total panjang ruas mencapai 108,3 kilometer (km). 

Mengacu pada dokumen milik BPJT, nilai investasi proyek prestisius tersebut sebesar Rp37,64 triliun.

Mulanya, jalan tol yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dicanangkan akan melintas di dua provinsi yakni Jawa Barat sepanjang 171,40 km dan Jawa Tengah sepanjang 35,25 km dengan total panjang 206,65 km. 

Namun, pada tahap awal rencana pembangunan Tol Getaci akan dirampungkan terlebih dahulu hingga Ciamis, Jawa Barat.

Pada awalnya jalan tol ini akan dibangun oleh konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR). Namun, perjanjian pengusahaan jalan tol Getaci oleh konsorsium yang dipimpin oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR).

Anggota konsorsium tersebut terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. & PT Jasa Sarana-PT Daya Mulia Turangga-Gama Group.

Konsorsium itu tergabung dalam PT Jasamarga Gedebage-Cilacap (JGC) dengan komposisi kepemilikan saham Jasa Marga 32,5 persen, Daya Mulia Turangga 13,38 persen, Gama Grup 13,38 persen, Jasa Sarana 0,75 persen, Waskita Karya 20 persen, Pembangunan Perumahan 10 persen, dan Wijaya Karya 10 persen.

Pembatalan kontrak perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) Tol Getaci disebabkan karena pemenuhan jaminan pelaksanaan tidak dapat dipenuhi oleh konsorsium Jasa Marga. Pemenuhan jaminan pelaksanaan yang ditetapkan telah melewati waktu yang diberikan.

Selain itu, tidak terpenuhinya jaminan pelaksanaan juga disebabkan oleh mundurnya PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dari konsorsium tersebut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper