Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonomi Selandia Baru Resmi Masuk Jurang Resesi

Selandia Baru resmi masuk jurang resesi akibat lesunya ekonomi di dalam negeri.
Petugas kontruksi tengah menikmati kopi di sebuah kafe, di Selandia Baru/ Bloomberg
Petugas kontruksi tengah menikmati kopi di sebuah kafe, di Selandia Baru/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Perekonomian Selandia Baru akhirnya masuk dalam jurang resesi pada kuartal IV/2023. Hal ini akibat belanja konsumen yang melemah dan perdagangan grosir. 

Data Stats NZ menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) yang disesuaikan secara musiman turun 0,1% dalam tiga bulan yang berakhir pada bulan Desember 2023, sehingga laju pertumbuhan tahunan menjadi sebesar 0,6%.

Laporan tersebut kemudian menandakan kontraksi selama dua kuartal berturut-turut, mengikuti penurunan 0,3% pada kuartal sebelumnya yang memenuhi definisi teknis resesi. 

Kemudian, PDB per kapita juga menurun 0,7% yang didorong migrasi bersih dan pendapatan riil bruto nasional yang dapat dibelanjakan menurun sebesar 1,4%.

“Perdagangan grosir merupakan pendorong penurunan terbesar pada kuartal ini, dipimpin oleh penurunan penjualan grosir bahan makanan dan minuman keras; serta penjualan grosir mesin dan peralatan,” kata manajer senior industri dan produksi nasional Stats NZ, Ruvani Ratnayake, seperti dikutip dari RNZ, Kamis (21/3/2024). 

Perdagangan retail di Negeri Kiwi tersebut juga diketahui menurun, terutama didorong oleh ritel furnitur, listrik, perangkat keras, makanan dan juga minuman. Namun, 8 dari 16 industri mengalami peningkatan, seperti persewaan, perekrutan, real estate, administrasi publik, keselamatan dan pertahanan.

Ekonom ASB Nathaniel Keall mengatakan bahwa resesi manufaktur yang berkepanjangan mempengaruhi ekonomi, bersama dengan aktivitas ritel dan grosir yang lebih lemah. Sebelumnya ia memperkirakan kontraksi sebesar 0,2%.

Kemudian, seperti yang sudah dia tekankan secara konsisten, perlambatan ekonomi terjadi pada saat pertumbuhan populasi di Selandia Baru terbukti sangat kuat berdasarkan standar sejarah. 

Angka PDB utama kemudian dinilai memperindah gambaran ekonomi dan menyembunyikan kelemahan yang mendasar. 

Pemangkasan Suku Bunga

Keall berpendapat bahwa dengan perekonomian yang lebih lemah dari ekspektasi, bank sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) mungkin lebih cenderung menurunkan suku bunga resmi (Official Cash Rate/OCR) lebih cepat dari sinyal yang diisyaratkan pada pertengahan 2025. 

Menurut ASB, pemangkasan OCR akan dimulai pada paruh kedua 2024. 

“Kami mengingatkan bahwa lemahnya pertumbuhan selama 18 bulan terakhir masih terjadi bersamaan dengan inflasi yang relatif tinggi dan kapasitas sisi pasokan perekonomian akan tetap sangat menentukan seberapa cepat inflasi akan turun,” jelas Keall. 

Kemudian, Ekonom senior Westpac Michael Gordon mengatakan bahwa data PDB terbaru menunjukkan keperluan yang semakin berkurang untuk menjaga kebijakan moneter ketat dalam jangka waktu yang lama. 

“Meskipun demikian, skala kejutan bagi RBNZ lebih kecil dari yang kita lihat pada rilis bulan September 2023, yang cenderung diremehkan oleh RBNZ,” jelasnya. 

Namun, Gordon mengingatkan bahwa masih banyak yang perlu diperhatikan di tahun ini, sebelum Pernyataan Kebijakan Moneter pada Mei, termasuk Survei Opini Bisnis Kuartalan pada April, IHK Maret yang dirilis pertengahan April, dan pasar tenaga kerja Maret yang dirilis pada awal Mei 2024. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper