Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

CEO JPMorgan Jamie Dimon Ungkap Risiko Resesi AS Masih Ada

CEO JP Morgan Jamie Dimon mengatakan bahwa masih ada risiko ekonomi AS mengalami resesi.
JPMorgan Chase & Co, Jamie Dimon./REUTERS
JPMorgan Chase & Co, Jamie Dimon./REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - CEO  JPMorgan Chase & Co, Jamie Dimon mengatakan bahwa kemungkinan terjadinya resesi di Amerika Serikat (AS) tidak boleh diabaikan. Namun ia menyarankan bank sentral AS perlu menunggu sebelum memangkas suku bunga. 

Dimon dalam tautan videonya di Australian Financial Review Business Summit di Sydney pada Selasa (12/3/2024) menuturkan bahwa dunia kini memperkirakan bahwa soft landing (pendaratan lunak) akan terjadi, dengan probabilitas sebesar 70-80%.

“Saya pikir peluang terjadinya soft landing dalam satu atau dua tahun ke depan adalah setengahnya. Kasus terburuknya adalah stagflasi,” terang Dimon, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (12/3). 

Dimon mengatakan meski perekonomian AS sedang “booming” saat ini, risiko resesi masih tetap ada. Indikator-indikator ekonomi juga dikatakan telah terdistorsi oleh Covid-19.

Kemudian, ia berpendapat bahwa The Fed perlu menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum memangkas suku bunga. Bank sentral AS tersebut dinilai dapat memangkas suku bunga dengan cepat dan dramatis, dan kredibilitasnya dipertaruhkan pada hal tersebut. 

“Pengangguran di Amerika saat ini sangat rendah, dan upah terus meningkat,” jelas Dimon.

Pernyataan Dimon menunjukkan sikap yang sedikit kurang optimis dari pandangan sebelumnya, dimana dahulu ia dikenal lebih optimis terhadap pasar dunia. 

Pandangannya Dimon telah berubah dalam dua tahun terakhir, terutama sejak bank sentral mulai memperketat suku bunga. Ia juga pernah memperingatkan bahwa “badai” akan melanda perekonomian AS pada 2022. 

Sementara itu, ketua The Fed Jerome Powell pada minggu lalu mengatakan bahwa bank sentral AS semakin mendekati kepercayaan yang dibutuhkan untuk memulai menurunkan suku bunga, yakni inflasi akan bergerak secara berkelanjutan pada tingkat 2%.

“Ketika kita benar-benar mendapatkan kepercayaan diri tersebut – dan kita tidak jauh dari itu – akan lebih tepat jika kita mulai mengurangi tingkat pembatasan,” jelasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper