Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Optimalisasi Gas Domestik hingga Sinyal Dividen BRI

Sejumlah berita menarik menjadi pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Sabtu (2/3/2024).
Ilustrasi-Canva
Ilustrasi-Canva

Bisnis, JAKARTA — Sebagai perusahaan yang telah membangun dan mengelola infrastruktur gas bumi terbesar di Tanah Air, PGN setidaknya telah mengambil peran yang dominan untuk menjadikan gas bumi sebagai salah satu sumber energi utama, khususnya pada era transisi energi.

Berita tentang upaya optimalisasi penggunaan gas domestik oleh PGN menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Sabtu (2/3/2024). Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id

Berikut ini highlight Top 5 News Bisnisindonesia.id hari ini:

1. Upaya Maksimal PGN Mengoptimalkan Penggunaan Gas Domestik

Masih sangat besarnya potensi gas bumi di Indonesia serta peranannya yang sangat penting dalam percepatan transisi energi membuat Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGN kian yakin dengan keberlangsungan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Terlebih, sebagai perusahaan yang telah membangun dan mengelola infrastruktur gas bumi terbesar di Tanah Air, emiten berkode saham PGAS tersebut setidaknya telah mengambil peran yang dominan untuk menjadikan gas bumi sebagai salah satu sumber energi utama, khususnya pada era transisi energi.

Arief Setiawan Handoko, Direktur Utama PGN mengatakan bahwa perseroan setidaknya menjalankan serangkaian inisiatif strategis untuk menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan dalam jangka panjang, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengoptimalkan sumber energi domestik melalui pemanfaatan gas bumi.

Peran itu dijalankan PGN di antaranya dengan menyalurkan gas bumi dari berbagai sumber pasokan di wilayah-wilayah Indonesia kepada banyak segmen konsumen yang tersebar mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.


 

2. Kabar Baik dan Buruk Batu Bara Indonesia Datang dari India

Kelebihan pasokan batu bara di India memang memberi kekhawatiran atas pelemahan permintaan dari Indonesia. Meski begitu, pengembangan PLTU di sejumlah negara dan sanksi Amerika Serikat terhadap Rusia turut memberi katalis positif bagi si emas hitam Tanah Air.

Impor batu bara termal oleh India dilaporkan Reuters berpeluang mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19. Salah satu pejabat di India mengatakan bahwa kondisi itu di antaranya disebabkan oleh lonjakan produksi batu bara domestik dan stok tinggi di negara itu.

Peningkatan produksi dan pasokan di India turut disebabkan oleh kenaikan produksi Coal India, salah satu korporasi pertambangan batu bara terbesar di dunia.

Situasi itu mendorong perusahaan tambang itu menjual lebih banyak batu baranya kepada pengguna sektor non-tenaga listrik seperti pabrik peleburan besi dan aluminium, yang biasanya memenuhi kebutuhannya dari impor. 

Proyeksi penurunan impor batu bara termal dari India tersebut diperkirakan dapat menekan eksportir utama produk tambang tersebut seperti Indonesia, Afrika Selatan dan Australia. Ketiga negara tersebut menyumbang sekitar 90% dari impor batu bara India.


 

3. Gairah Transportasi Udara Pantik Kunjungan Wisman di Awal Tahun

Gairah industri penerbangan rute internasional pada awal tahun ini turut mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. 

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan bahwa jumlah keberangkatan penumpang turun di seluruh moda transportasi pada Januari 2024 kecuali angkutan udara internasional.

Jumlah warga asing yang masuk ke Indonesia sepanjang Januari menyentuh 1,48 juta orang. Realisasi itu naik 0,41% dibandingkan dengan Desember 2023. Catatan itu juga mengalami lompatan besar bila dibandingkan dengan Januari 2023 pada level 1,10 juta orang.

Meski demikian, moda transportasi lain mengalami pelemahan dari sisi jumlah penumpang. Angkutan udara domestik misalnya, hanya membawa 4,84 juta orang, turun bila dibandingkan Januari 2023 di level 4,95 juta orang atau Desember 2023 menyentuh 5,60 juta orang. 

Peningkatan jumlah penumpang pada penerbangan internasional turut memantik kenaikan kunjungan wisatawan asing ke Tanah Air. 

Selama Januari, BPS melaporkan wisatawan mancanegara atau wisman yang datang ke Indonesia mencapai 927.750 kunjungan. Jumlah tersebut turun 18,94% dibandingkan bulan sebelumnya, tapi meningkat 16,19% secara tahunan.

 

4. Sinyal Positif Harga CPO, Emiten AALI Cs Terkerek?

Selain dampak El-Nino yang memudar, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mengalami penguatan.bagaimana prospek emiten CPO seperti PT Astra Agro Lestari (AALI) hingga PT Dharma Satya Nusantara (DSNG)?

Melansir DataIndonesia.id, harga kontrak CPO ditutup menguat pada perdagangan Kamis (29/2/2024) di bursa berjangka Malaysia. Kenaikan harga CPO tersebut juga mengikuti harga minyak saingannya, meskipun saat ini pasar masih menunggu petunjuk dari konferensi industri besar yang bakal diadakan di Kuala Lumpur pekan depan.

Harga CPO berjangka di Malaysia untuk kontrak Maret 2024 ditutup naik 42 poin atau 1,05% dari sebelumnya RM3.983/ton ke level RM4.025/ton. Sedangkan untuk kontrak April 2024, harga CPO berjangka di Malaysia menguat 62 poin atau 1,57% dari RM3.956/ton ke level RM4.018/ton. 

Sementara itu, harga CPO berjangka untuk kontrak Mei 2024 lebih tinggi 63 poin atau 1,61% dari RM3.907/ton ke level RM3.970/ton. Di sisi lain, harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,66% dan kontrak minyak sawit menguat 1,08%. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) diperdagangkan meningkat 0,15%. 

Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait saat bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global. 

 

5. Bocoran Aksi Korporasi hingga THR Dividen BRI (BBRI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) membeberkan sederet siasat bisnis dan rencana aksi korporasi pada tahun ini, mulai dari penerbitan obligasi hingga pertumbuhan nonorganik. 

Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno mengatakan pada tahun ini BRI telah menjalankan aksi korporasi yaitu penerbitan obligasi hijau atau green bond senilai Rp2,5 triliun. “Ini bagian dari funding plan BRI pada 2024,” katanya dalam konferensi pers rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BRI pada Jumat (1/3/2024).

BRI telah mengumumkan penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024 bernilai Rp2,5 triliun. Obligasi hijau tahun ini merupakan kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya. Total target dana yang akan dihimpun dari penerbitan green bond BRI itu sebesar Rp15 triliun dan dilakukan bertahap selama 3 tahun, dari 2022 hingga 2024.

“Sepanjang tahun ini penerbitan surat berharga masih akan dilakukan sesuai kebutuhan perseroan,” kata Viviana.

Selain penerbitan surat berharga, BRI pun tahun ini terbuka untuk menjalankan aksi korporasi nonorganik, seperti konsolidasi bisnis. “Kalau bicara bisnis organik dan nonorganik, kami juga terbuka untuk nonorganik. Itu selalu kami kaji,” kata Viviana.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper