Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BI Tahan Suku Bunga Acuan 6%, Pengusaha Sebut Kurang Ideal

Kalangan pengusaha menilai tingkat suku bunga acuan BI saat ini sebesar 6% kurang ideal untuk pertumbuhan kinerja dunia usaha.
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2/2020).
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Bisnis.com, JAKARTA -  Kalangan pengusaha menilai tingkat suku bunga acuan bank sentral saat ini kurang ideal untuk pertumbuhan kinerja dunia usaha.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani membeberkan bahwa sejak awal para pelaku usaha tidak berekspektasi lebih pada wacana penurunan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Musababnya, inflasi di Amerika Serikat dan pasar global masih terlihat persisten.

Prediksi pengusaha pun benar-benar terjadi lewat keputusan teranyar Bank Indonesia untuk menahan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) di level 6%. Meskipun begitu, para pengusaha memahami keputusan bank sentral bertahan pada suku bunga acuan 6% bertujuan untuk menciptakan stabilitas makro ekonomi.

"Ekspektasi realistis kami adalah bahwa suku bunga akan dipertahankan di level saat ini. Meskipun ini tidak menjadi masalah, tapi kurang ideal bagi kami," ujar Shinta saat dihubungi, Rabu (21/2/2024).

Shinta menjelaskan, suku bunga di level 6% menjadi tidak ideal bagi pengusaha lantaran menjadi beban pembiayaan yang tinggi. Dampaknya, pertumbuhan kinerja usaha dan konsumsi pasar menjadi tidak kondusif.

Bahkan, pengusaha menilai level suku bunga pinjaman di Indonesia saat ini lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga pinjaman rata-rata 5 negara Asean (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand). Suku bunga pinjaman yang tinggi menjadi tidak kompetitif bagi pelaku usaha untuk memperluas pembiayaan maupun investasi dari sektor perbankan.

"Kami berharap sesegera mungkin suku bunga bisa dikoreksi ke level yang kompetitif," katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Rabu (21/2/2024), Bank Indonesia menahan suku bunga acuan atau BI rate di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 20-21 Februari 2024 atau sepekan setelah penyelenggaraan Pemilu 2024.

”Rapat Dewan Gubernur [RDG] Bank Indonesia pada 20 dan 21 Februari 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI rate sebesar 6%,” ujarnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (17/1/2024).

Dengan demikian, suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,75%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper