Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Efisiensi Sektor Logistik Nasional, ALFI Punya 4 Fokus Utama

Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) menjelaskan 4 fokus utama untuk mendorong efisiensi sektor logistik nasional.
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi sektor logistik nasional seiring dengan visi Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum DPP ALFI Akbar Djohan setelah Pengukuhan Kepengurusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) ALFI masa bakti 2023-2028 pada Selasa (6/2/2024).

Data World Bank mencatat Logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada 2023 berada di peringkat ke-63 dari 139 negara. Beberapa negara lain yang berada di atas Indonesia adalah Singapura di urutan pertama, China (19), Thailand (34), Vietnam (43), Malaysia (26), dan India (38). 

Sementara itu, peringkat Indonesia dalam Indeks Trading Across Borders pada 2020 lalu ada di peringkat 116 dari 213 negara. Peringkat ini dipengaruhi oleh nilai keefektifan waktu dan biaya yang perlu ditingkatkan.

Terkait hal tersebut, Akbar mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung sektor logistik nasional menjadi lebih efisien. Upaya ini diharapkan berkontribusi menuju visi Indonesia Emas 2045. 

Akbar menilai Indonesia masih stagnan di peringkat ke-116 karena ekosistem logistik nasional belum efisien. Menurutnya, biaya logistik Indonesia tergolong tinggi dibandingkan lima negara ASEAN lain.

“Koordinasi dan kerja sama yang baik dalam menyelesaikan masalah transportasi akan cukup krusial, utamanya untuk mewujudkan kinerja angkutan barang yang lebih baik, khususnya angkutan barang dengan keselamatan yang terjamin, cepat dan tepat waktu, serta tarif yang wajar,” jelas Akbar dalam keterangan resminya, Selasa (6/2/2024).

Akbar menuturkan, pihaknya memiliki empat fokus utama untuk menyempurnakan ekosistem logistik nasional, yakni diversifikasi, aman, transparan, dan berkelanjutan. Dia menjelaskan, diversifikasi menuntut ekosistem logistik nasional tidak bergantung pada satu sumber saja, yang dapat menyebabkan kelambatan logistik dan siklus rantai pasok.

Kemudian, prinsip aman mengacu pada kepastian keamanan dari berbagai ancaman baik dari dampak bencana alam dan ulah manusia, termasuk serangan dunia maya dan cyber-attack. 

Selanjutnya fokus transparan mengharuskan adanya keterbukaan antara Pemerintah Indonesia dan sektor swasta yang dapat terus bersinergi untuk meningkatkan kinerja, performa, dan mengantisipasi berbagai kekurangan di seluruh rangkaian proses logistik dan rantai pasok.

Adapun, prinsip berkelanjutan memastikan seluruh rangkaian logistik dan rantai pasok Indonesia bebas dari pekerja paksa dan pekerja anak, mendukung martabat dan suara pekerja, serta sejalan dengan visi logistik nasional Indonesia.

Akbar menegaskan sektor logistik harus berani dan segera menerapkan platform logistik yang terintegrasi, mulai dari single submission, single billing, single payment channel, single risk management, serta single monitoring.

Selain itu, dirinya juga akan mendorong pada pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, termasuk terus menyempurnakan platform logistik tunggal. ALFI juga akan mengupayakan system interface yang saling terhubung tanpa harus menghilangkan sistem lain yang sudah ada.

Adapun, ALFI juga berkomitmen meningkatkan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) melalui ALFI Institute dengan kurikulum standar internasional FIATA dan UNESCAP. Meningkatkan kompetensi SDM dengan melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi melalui LSP Logistik Insan Prima. 

“Karena persaingan logistik tidak hanya antar produk, antar perusahaan, namun juga antar jaringan logistik dan rantai pasok bahkan antar negara. Untuk mengoresikan sistem logistik dan rantai pasok sangat dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan kompeten,” pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper