Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RI Bidik Ekspor Nonmigas Tumbuh 4,5% di 2024, Begini Strateginya

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas di kisaran 2,5% hingga 4,5% di 2024.
Foto udara bongkar muat peti kemas di Terminal Petikemas New Makassar di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/10/2023). Bisnis/Paulus Tandi Bone
Foto udara bongkar muat peti kemas di Terminal Petikemas New Makassar di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/10/2023). Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mematok target pertumbuhan ekspor non-minyak dan gas bumi atau ekspor nonmigas di kisaran 2,5% hingga 4,5% di 2024.

Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkfili Hasan, menyampaikan, pemerintah akan berupaya untuk mendorong ekspor nonmigas sesuai dengan target yang ditetapkan pada 2024.

“Pemerintah akan berupaya untuk tetap mendorong ekspor nonmigas sesuai target 2,5% - 4,5% di 2024,” kata Zulhas dalam konferensi pers capaian kinerja 2023 dan outlook perdagangan 2024, Kamis (4/1/2024).

Untuk mencapai target tersebut, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi, mengungkapkan, pemerintah berupaya untuk membuat program ekspor dari misi dagang, berpartisipasi aktif dalam beberapa pameran, serta memperluas akses pasar dengan terus membuka perjanjian dagang negara-negara yang sedang dituju.

Di antaranya Bangladesh, Rusia, Belarus, Kazakhstan, Peru, Uni Eropa, Tunisia, dan Kanada.

“Membuka terus perjanjian dagang dengan negara-negara yang sedang kita tuju,” kata Didi.

Sementara itu, Zulhas mengaku akan ada banyak tantangan yang dihadapi dalam mencapai target pertumbuhan ekspor nonmigas di 2024.

Di antaranya, pelemahan harga komoditas utama Indonesia hingga kondisi geopolitik. Kendati demikian, dia optimistis kinerja neraca dagang 2024 lebih baik dibanding 2023.

“Kami optimis dengan mengembangkan pasar-pasar baru, juga mengembangkan nilai tambah, kita surplusnya yang sudah 34 bulan ini akan terus dicapai, dan saya yakini berdasarkan angka yang kita punya 2024 akan lebih baik dari 2023,” pungkasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper