Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Impor Bahan Baku Oktober 2023 Turun 12,65%, Ini Penyebabnya

Nilai impor bahan baku penolong Januari-Oktober 2023 turun US$19,32 miliar atau 12,65% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pekerja menyelesaikan pembuatan komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/9/2022). Bisnis/Suselo Jati
Pekerja menyelesaikan pembuatan komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/9/2022). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor bahan baku/penolong mencapai US$13,44 miliar pada Oktober 2023 atau turun 6,08% (year-on-year/yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan, tren penurunan impor bahan baku/penolong sudah terjadi selama lima bulan terakhir. 

“Pada Oktober 2023, nilai impor bahan baku kembali tercatat menurun secara tahunan dan ini sudah terjadi selama lima bulan terakhir,” kata Pudji dalam Rilis BPS, Rabu (15/11/2023).

Secara kumulatif atau hingga Oktober 2023, total nilai impor bahan baku penolong tercatat turun US$19,32 miliar atau 12,65% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dia menjelaskan penurunan ini disebabkan berkurangnya impor pada sejumlah komoditas. Pertama, bahan bakar mineral yang tercatat turun sebesar US$5,70 miliar atau 15,20% dari tahun sebelumnya.

Lalu, besi dan baja dilaporkan turun sebesar US$2,21 miliar atau 18,98%, dan plastik dan bahan dari plastik sebesar US$1,71 miliar atau 19,30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, untuk komoditas bahan baku penolong yang mengalami penurunan terbesar pada periode ini adalah BBM RON di atas 90, tapi masih di bawah 97, solar, dan minyak mentah.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper