Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Biaya Operasional Lion Air Group Naik Hingga 30%, Buntut Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Buntut Pelemahan Nilai Tukar Rupiah, Biaya Operasional Lion Air Group Naik Hingga 30 Persen
Pesawat Lion Air jenis Air Bus A330-900 neo le[pas landas dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (28/11/2022). Bisnis/Paulus Tandi Bone
Pesawat Lion Air jenis Air Bus A330-900 neo le[pas landas dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (28/11/2022). Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Lion Air Group menyebut tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai menimbulkan dampak negatif terhadap biaya operasional maskapai.

Presiden Direktur Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro Adi menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara otomatis akan memicu kenaikan biaya operasional perusahaan.

Pasalnya, biaya-biaya operasional yang dibayarkan oleh maskapai umumnya menggunakan valuta asing seperti dolar AS.

Daniel mencontohkan, salah satu aspek yang terdampak adalah pembelian suku cadang (sparepart) untuk pesawat-pesawatnya. 

“Kenaikan biaya operasionalnya beragam, bisa kisaran 5 persen hingga 30 persen, karena suku cadangnya pun bermacam-macam yang harus dibeli,” jelas Daniel di Jakarta pada Jumat (27/10/2023).

Dia melanjutkan, kondisi ini membuat perusahaan meningkatkan upaya efisiensi biayanya. Salah satu langkah efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan adalah pengurangan jumlah sumber daya manusia (SDM) atau tenaga kerja.

Daniel mengatakan, perampingan jumlah tenaga kerja di Lion Air Group dilakukan agar tidak terlalu besar. Meski demikian, dirinya tidak menyebut secara rinci berapa jumlah tenaga kerja yang telah dan akan dikurangi pada seluruh maskapai anggota Lion Air Group.

“Kalau misal jumlahnya (tenaga kerja) 10.000, apa iya akan dipekerjakan semua kalau bisa dengan 5.000 orang? Kami juga sudah memiliki skenario-skenario efisiensi lainnya,” kata Daniel.

Namun, dirinya memastikan Lion Air Group tidak akan melakukan pengurangan layanan penerbangan atau menurunkan kualitas standar keamanan dan keselamatan pesawat. Dia mengatakan, hal-hal tersebut menjadi komitmen utama Lion Air Group dalam melayani pelanggan.

Sebelumnya, pemerhati penerbangan sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI) Alvin Lie menjelaskan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS salah satunya akan berdampak pada peningkatan biaya operasional maskapai penerbangan.  

Dia memerincikan tiga unsur utama dalam biaya operasional maskapai adalah bahan bakar atau avtur dengan porsi terbesar sebanyak 36%.  

Selanjutnya, biaya pemeliharaan (maintenance) mencakup sekitar 16%, dan biaya sewa pesawat atau penyusutannya sebesar 14%. Ketiga unsur ini mencakup sekitar 66% dari total biaya operasional maskapai. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper