Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Asmindo Perkuat Industri Mebel, 98 Persen UMKM

Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) akan melakukan kolaborasi lintas sektor.
Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) akan melakukan kolaborasi lintas sektor. /JIBI-Dwi Prasetya
Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) akan melakukan kolaborasi lintas sektor. /JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) akan melakukan kolaborasi lintas sektor dengan sejumlah pihak untuk memperkuat industri mebel.

Ketua Asmindo Dedy Rochimat menyampaikan kolaborasi menjadi hal yang sangat penting untuk merespond kritikan Presiden Joko Widodo tentang kinerja industri mebel nasional yang masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga.

“Indonesia tidak kekurangan bahan baku untuk industri mebel. Sebab, sumber daya alam berupa hutan produktif ada sekitar 70 juta hektare. Lalu kenapa kita tertinggal dari Malaysia dan Vietnam? Karena itu, industri mebel harus melakukan kolaborasi dengan banyak pihak untuk bisa meningkatkan kinerja,” kata Dedy dalam acara nota kesepahaman UKM Merdeka antara Asmindo dengan 8  institusi di ICE BSD, Banten, Minggu (17/9/2023), mengutip siaran pers.

Menurut Dedy, Asmindo akan memanfaatkan pasar Asia Tenggara yang besar dengan jumlah penduduk sekitar 660 juta jiwa. Asmindo akan menjalin kerja sama dengan asosiasi furniture di sana untuk memperbanyak penjualan produk mebel Indonesia.

Industri furnitur nasional turut mengalami dampak melemahnya pasar global akibat situasi geopolitik yang terjadi karena perang Rusia dan Ukraina. Inflasi yang disebabkan oleh kondisi resesi menyebabkan turunnya daya beli konsumen di negara-negara importir yang terdampak perang tersebut, terutama negara-negara kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Tahun lalu, pasar furnitur dunia mencatat pendapatan sebesar US$695 miliar secara global dan diprediksi dapat meningkat hingga US$766 miliar pada akhir 2023.

Indonesia baru mencatatkan pendapatan sebesar US$2,8 miliar yang berada pada peringkat 17 secara global dan peringkat empat regional Asia–di bawah China, Vietnam, dan Malaysia.

Dedy menjelaskan, nota kesepahaman UKM Merdeka antara Asmindo dengan delapan institusi antara lain Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Universitas Tarumanegara dan PT Katadata Indonesia merupakan sebagai upaya untuk membantu UKM di sektor mebel untuk bisa naik kelas.

“Saat ini, 98 persen pengusaha mebel adalah UKM, hanya 2 persen saja yang masuk skala besar. Karena itu, kami perlu bantuan dari banyak pihak  seperti dari praktisi, akademisi dan juga media untuk bisa membuat UKM di industri mebel ini bisa naik kelas. Seperti wejangan yang disampaikan Presiden Jokowi saat membuka pameran IFFINA 2023, UKM mebel harus bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri dan juga meningkatkan jumlah ekspor secara signifikan,” jelas Dedy.

Dedy menambahkan, Asmindo juga akan berkolaborasi dengan PT Katadata Indonesia untuk memperkuat data tentang permasalahan yang dihadapi industri mebel nasional saat ini serta potensi yang bisa dimaksimalkan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk membantu UMKM anggota Asmindo mengembangkan potensi bisnis melalui pengolahan data dan  informasi  serta  aktifitas yang diharapkan mampu untuk pengembangan perusahaan dan perluasan pasar,” jelas Dedy.

CEO Katadata Metta Dharmasaputra menambahkan, Katadata sebagai perusahaan media berbasis data mendukung penuh upaya Asmindo untuk terus meningkatkan kinerja industri mebel nasional.

Metta menambahkan, nota kesepahaman yang dilakukan antara ASMINDO dengan Katadata diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor yang tujuan utamanya memajukan perekonomian Indonesia, khususnya sektor mebel nasional.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper