Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Italia Beri Sinyal Keluar dari Mega Proyek China

Italia berencana untuk menarik diri dari mega proyek Belt and Road Initiative yang digagas oleh Presiden China Xi Jinping.
Italia Beri Sinyal Keluar dari Mega Proyek China ./wikipedia
Italia Beri Sinyal Keluar dari Mega Proyek China ./wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA – Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni secara pribadi memberi isyarat kepada Perdana Menteri China Li Qiang bahwa Italia berencana untuk keluar dari mega proyek Belt and Road Initiative (BRI).

Seperti dilaporkan oleh Bloomberg, Minggu (10/9/2023), dalam pertemuan di sela-sela KTT G20 di India Meloni mengatakan kepada Li bahwa Italia berencana untuk menarik diri dari Belt and Road Initiative yang digagas oleh Presiden China Xi Jinping.

Namun, Meloni menegaskan bahwa mundurnya Italia dari proyek BRI tidak akan mengendurkan hubungan penuh persahabatan dengan China. Sekadar informasi, Italia secara resmi menandatangani kesepakatan untuk bergabung di BRI pada 2019.

“Belt and Road bukan satu-satunya elemen yang membangun hubungan bilateral kita dengan China,” katanya.

Meloni menambahkan bahwa negara-negara Eropa lainnya telah mampu menegosiasikan hubungan yang lebih baik dengan Beijing tanpa ikut serta dalam inisiatif BRI tersebut.

Namun demikian, dia menegaskan bahwa saat ini kebijakan untuk menarik diri dari BRI masih sebatas rencana. Menurutnya, rencana tersebut masih akan terus dimatangkan oleh para pejabat Negeri Pisa tersebut.

Sejumlah sumber mengatakan, rencana Italia tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga hubungan negara tersebut dengan Amerika Serikat.

Kendati demikian, keputusan tersebut nantinya akan diambil secara berhati-hati guna menghindari aksi pembalasan dari China melalui kebijakan dagangnya.

Adapun, Meloni mengatakan dia akan mengunjungi China dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu dia melihat, rencana untuk keluar dari BRI adalah isu yang sensitif, terutama karena duta besar China untuk Italia telah memperingatkan akan ada konsekuensi negatif bagi Italia jika menarik diri dari perjanjian tersebut.

Terpisah, Li Qiang mendesak Italia untuk menyediakan lingkungan yang adil dan non-diskriminatif bagi para pebisnis China sambil berjanji untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk Italia, menurut Kantor Berita resmi Xinhua.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper