Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Setelah Jalan Sutera Baru, China Garap Ekonomi Digital Wilayah Asean

Setelah proyek Road and Belt yang menyasar infrastruktur, China mempromosikan ekonomi digital ke kawasan Asean melalui Digital Talent Training Plan.
Sejumlah pegawai supermarket Hema di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China berdiri di depan mesin pengenalan muka. Teknologi itu memungkinkan konsumen berbelanja tanpa membawa uang tunai atau menemui kasir./Bisnis-Yodie Hardiyan
Sejumlah pegawai supermarket Hema di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China berdiri di depan mesin pengenalan muka. Teknologi itu memungkinkan konsumen berbelanja tanpa membawa uang tunai atau menemui kasir./Bisnis-Yodie Hardiyan

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah proyek jalan sutera baru atau road and belt yang menyasar infrastruktur, pemerintah China menawarkan konsep baru ke negara Asean berupa kerja sama digital.

Perdana Menteri Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok Li Keqiang mengatakan pihaknya tengah mempromosikan kerja sama ekonomi digital dengan Asean dalam payung Digital Talent Training Plan. Seperti diketahui, Tiongkok merupakan ekonomi digital terbesar kedua di dunia dengan skala US$7,1 triliun.

"Kami bakal melatih 1.000 talenta digital untuk negara-negara Asean dalam tiga tahun ke depan," katanya dalam KTT ke-25 ASEAN-Tiongkok (10+1) di PhnomPenh, Kamboja beberapa waktu lalu. 

Dia menuturkan, sekitar 200 perwakilan dari pemerintah, industri dan akademisi negara anggota Asean akan direkrut setiap tahun ke Provinsi Zhejiang untuk seminar jangka pendek dengan topik ekonomi digital. 

Menurutnya, selain memperkuat kerja sama ekonomi digital, pihaknya juga memiliki tujuan untuk meraih peluang digital, mempromosikan konektivitas digital, melatih talenta ekonomi digital untuk negara-negara Asean. 

Tak hanya itu, Li Keqiang menyebut dengan kegiatan ini dapat menjalin kemitraan kerja sama ekonomi digital, yang pada akhirnya menimbulkan rasa saling percaya, saling menguntungkan, inklusivitas, inovasi, dan hasil yang saling menguntungkan, serta membangun banyak komunitas masa depan bersama China-Asean yang lebih dekat. 

Dalam kegiatan, kata dia, pemerintah turut menggandeng Universitas Zhejiang guna ditugaskan untuk menyelenggarakan Program Pertukaran dan Kerjasama Pengembangan Ekonomi Digital Asean-China. Pasalnya, Zhejiang adalah bagian dari wilayah perintis ekosistem ekonomi digital di Tiongkok.

Indonesia sendiri mengirim delegasi Luciana Dita Chandra yang menjadi perwakilan China-ASEAN Digital Economy Ecosyste, Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.

Sementara itu Luciana dalam keterangan tertulisnya mengatakan ekonomi digital saat ini menjadi mesin utama pertumbuhan ekosistem ekonomi. Baik pertumbuhan ekonomi di Tiongkok tetapi juga di negara-negara Asean. Disamping itu, masalah keamanan data menjadi perhatian karena data adalah sumber kekayaan baru.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper