Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Termasuk Sekitar LRT, Kondominium Kawasan TOD 'Laris Manis'

Kawasan hunian yang berada di kawasan TOD memiliki sales rate mencapai 90 persen. Termasuk sekitar stasiun LRT yang baru dioperasikan.
Rangkaian kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) melintasi jembatan lengkung di kawasan Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Sejumlah hunian berkonsep TOD tengah dibangun di sekitar stasiun. Bisnis/Arief Hermawan P
Rangkaian kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) melintasi jembatan lengkung di kawasan Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Sejumlah hunian berkonsep TOD tengah dibangun di sekitar stasiun. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan sejumlah moda transportasi umum di Jakarta seperti Lintas Raya Terpadu (LRT) mengerek permintaan hunian di kawasan sekitar. Seiring dengan hal tersebut, minat dan harga kondominium berkonsep transit oriented development (TOD) di kawasan Jakarta turut terkerek naik.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menjelaskan, seiring dengan hal tersebut pihaknya mencatat kemungkinan adanya tren kenaikan harga pada kondominium berkonsep TOD.

Dia menjelaskan, setidaknya sepanjang semester I/2023 pihaknya mencatat terdapat 5 kondominium baru yang berada di sekitar kawasan TOD.

"Lima kondominium baru di sekitar kawasan TOD memiliki harga rerata yang relatif lebih tinggi dari kondominium baru pada umumnya sekitar 7 hingga 8 persen," jelasnya, dikutip Senin (28/8/2023).

Di samping itu, seiring dengan diresmikannya moda transportasi kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) atau Light Rail Transit maka sejumlah kondominium baru yang berada di kawasan TOD tersebut juga diprediksi memiliki tingkat penjualan yang lebih tinggi.

Knight Frank mencatat bahwa kawasan hunian khususnya kondominium yang berada di kawasan TOD memiliki sales rate mencapai 90 persen.

"Jadi saya rasa cukup positif penjualan yang ada pada titik yang punya keunggulan komparatif yang cukup tinggi, khususnya yang berada pada kawasan TOD," jelasnya.

Sebelumnya, Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto juga sempat mengatakan bahwa hunian dengan konsep TOD bakal semakin diminati di tengah persoalan kenaikan tarif tol, harga BBM, pajak kendaraan bermotor, pembatasan pelat ganjil/genap pembatasan, biaya parkir yang tinggi, dan rencana penerapan ERP di beberapa jalan utama. 

Dia menuturkan, di tengah segudang masalah tersebut konsep hunian TOD tersebut dinilai mampu menjadi solusi. Di samping itu, meningkatnya angka kemacetan yang ada juga mendorong sejumlah kalangan untuk mencari hunian yang terintegrasi dengan akses transportasi umum.

"Peluang TOD di DKI Jakarta juga menjelaskan bagaimana pengembangan konsep TOD didorong atau dipicu oleh tren pembangunan dan pembangunan sarana transportasi umum masal di Jabodetabek daerah," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Alifian Asmaaysi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper