Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wacana Setop Ekspor Pasir Kuarsa, DPR: Kembangkan Industri Hilir Dulu

DPR memandang wacana pelarangan ekspor pasir kuarsa harus didukung dengan pengembangan industri hilirnya terlebih dahulu.
Suasana instalasi panel surya dari ketinggian di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya ini sebagai upaya mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan, efektif dan efisien. Bisnis/Himawan L Nugraha
Suasana instalasi panel surya dari ketinggian di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya ini sebagai upaya mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan, efektif dan efisien. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mendorong pertumbuhan industri hilir pasir kuarsa sebelum memberlakukan larangan ekspor.

Pemerintah memang berencana melarang ekspor pasir kuarsa guna meningkatkan nilai tambah bahan baku panel surya ini. 

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Mulyanto mengatakan bahwa wacana tersebut merupakan hal yang baik guna meningkatan pendapatan negara. Namun, langkah larangan ekspor perlu didukung dengan pengembangan industri hilir dari pasir kuarsa.

“Pemerintah perlu terus mendorong dengan berbagai insentif dan kemudahan agar industri pasir kuarsa ini semakin tumbuh sehingga ekspor kita semakin berkualitas,” kata Mulyanto kepada Bisnis, Rabu (9/8/2023).

Mulyanto menyebut bahwa dirinya tidak masalah jika wacana larangan ekspor pasir kuarsa dilakukan. Namun, dirinya ingin sebelum rencana itu dilakukan, industri di dalam negeri dapat memaksimalkan potensi pasir kuarsa.

“Saya rasa ini hal yang bagus, apalagi kalau industri di dalam negerinya sudah siap menyerap,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut, pemerintah berencana memberlakukan larangan ekspor pasir kuarsa.

Dia menuturkan, cadangan pasir kuarsa di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Rencana tersebut bertujuan agar pasir kuarsa memiliki nilai tambah.

“Terserah orang mau protes, masa negara kita tidak boleh maju,” kata Bahlil dalam konferensi pers, dikutip Sabtu (22/7/2023). 

Menurutnya, dengan mendorong hilirisasi pada komoditas pasir kuarsa Indonesia akan menjadi salah satu negara pemasok panel surya terbesar di dunia.

Adapun, pada Selasa (19/7/2023), Bahlil melakukan kunjungan ke fasilitas produksi Xinyi Group, salah satu perusahaan industri kaca dan solar panel, di Wuhu, China. 

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas rencana investasi Xinyi Group di Kawasan Rempang Eco-City yang terletak di Batam, Kepulauan Riau. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper