Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kilas Balik Bencana Nuklir Fukushima 2011 yang Kini Limbahnya Mau Dibuang ke Laut

Jepang mendapatkan pertentangan terkait pembuangan air limbah yang telah diolah dari PLTN Fukushima ke laut. Berikut kilas baliknya.
Reaktor nuklir Fukushima di Jepang/Istimewa
Reaktor nuklir Fukushima di Jepang/Istimewa

Bisnis.comJAKARTA - Jepang mendapatkan berbagai penolakan terkait pembuangan air limbah yang telah diolah dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke laut. 

Pemberitaan Al Jazeera yang dikutip Senin (10/7/2023) mengatakan bahwa proposal untuk melepaskan lebih dari 1,33 juta air yang terakumulasi sejak bencana nuklir 2011 mendapatkan pertentangan keras. 

Penolakan tersebut datang dari negara-negara tetangga Jepang, berbagai negara di kawasan Pasifik, hingga badan industri perikanan dan kelompok masyarakat sipil di Jepang menyatakan keprihatinannya. 

Mengutip dari CNN International, Senin (10/7) Jepang akan melepaskan air limbah tersebut pada musim panas ini. 

Badan energi Atom Internasional PBB (IAEA) juga mengatakan bahwa rencana tersebut sejalan dengan standar internasional.

Lantas mengapa hal ini menjadi kontroversi dan bagaimana kilas balik dari kejadian Fukushima pada 2011?

Mengutip Britannica pada Senin (10/7) kecelakaan nuklir Fukushima menjadi kecelakaan nuklir terburuk kedua dalam sejarah pembangkit listrik tenaga nuklir. 

Gelombang tsunami akibat gempa berkekuatan M 9,0 pada 11 Maret 2011 merusak generator listrik cadangan pembangkit tersebut. 

Walaupun ketiga dari enam reaktor pembangkit yang beroperasi berhasil dimatikan, hilangnya daya menyebabkan sistem pendingin gagal di masing-masing reaktor. 

Namun karena meningkatnya sisa panas di dalam setiap inti reaktor, menyebabkan batang bahan bakar terlalu panas dan meleleh. 

Dua bulan kemudian, terungkap bahwa material yang meleleh tersebut jatuh ke dasar bejana penahanan di reaktor 1 dan 2, sehingga menghasilkan lubang yang cukup besar di setiap bejana dan memaparkan inti nuklir. 

Ledakan akibat penumpukan gas hidrogen yang bertekanan kemudian terjadi lebih dari satu kali. Singkat cerita, munculnya tingkat radiasi yang meningkat di beberapa pasokan makanan dan air lokal. Air laut di dekat pabrik juga diketahui terkontaminasi akibat kebocoran air radioaktif lewat retakan.

Pada 6 April pejabat pabrik mengumumkan bahwa retakan tersebut telah ditutup. Para pekerja mulai memompa air teriradiasi ke gedung penyimpanan di lokasi pembangkit listrik sampai dapat diolah dengan benar.

Diketahui tidak ada korban jiwa langsung dari bencana nuklir di Fukushima tersebut. 

Namun pada 2018, seorang pekerja yang bertugas mengukur radiasi di pabrik tersebut meninggal akibat kanker paru-paru karena paparan radiasi. Lebih dari 2.000 kematian terjadi terkait bencana. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper