Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produksi Keramik Lokal Loyo, Dihantam Produk China

Kementerian Perindustrian mencermati banjir impor keramik asal China yang tengah mengalihkan pasar ekspornya dari kawasan Amerika ke Indonesia.
Pabrik keramik Arwana Citra Mulia Tbk/Bisnis.com
Pabrik keramik Arwana Citra Mulia Tbk/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengingatkan bahwa industri keramik harus waspada, karena pasar domestik tengah jadi incaran produsen besar seperti China.

Padahal sebelumnya di sektor tekstil dan alas kaki Indonesia juga tengah kebanjiran produk dari negara yang sama. Hal ini menyebabkan industri dalam negeri untuk sektor-sektor tersebut terganggu. 

Terlebih Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan negara-negara tujuan ekspor tradisional keramik China seperti Meksiko, Amerika Serikat, Eropa juga Timur Tengah tengah menerapkan kebijakan anti dumping. Hal ini membuat Cina kelimpungan mencari pasar pengganti ekspor.

"Negara-negara seperti Meksiko, Amerika Serikat, Eropa, hingga Timur Tengah menerapkan kebijakan anti dumping, dan ini secara alamiah menjadikan Indonesia menjadi target market produk-produk Cina," ujar Agus saat membuka Rapat Kerja Kemenperin Tahun 2023 di kawasan Sudirman Jakarta, Jumat (16/6/2023).

Mantan Menteri Sosial 2018-2019 ini menyebutkan banjirnya produk keramik buatan "Negeri Tirai Bambu" tersebut menjadi salah satu penyebab turunnya utilitas industri keramik dalam negeri.

Meskipun masih bertahan pada angka 75 persen pada kuartal I/2023, tetapi menurut Agus, angka utilisasi tersebut menurun dari kinerja normal sebesar 78 persen.

“Sebetulnya keramik ini sedang menikmati pertumbuhan yang tinggi. Tingkat produksi pada kuartal pertama tahun ini utilisasi mencapai 75 persen. Sangat tinggi, tetapi ini menurun dibandingkan pada tahun lalu," tambah politisi Partai Golkar tersebut.

Agus mengatakan, penurunan utilisasi pada tahun ini disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat serta tingkat inflasi yang meningkat. 

Terlebih pada kuartal III/2022 juga ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menambah beban industri keramik hingga kini.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Widya Islamiati
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper