Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bocoran Rencana Pembangunan Jalan Tol Puncak, Telan Biaya Rp24 T

Kementerian PUPR tengah menyiapkan rencana pembangunan Jalan Tol Caringin-Puncak-Cianjur.
Antrean kendaraan memadati jalur puncak Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/4)./JIBI-Nurul Hidayat
Antrean kendaraan memadati jalur puncak Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/4)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyiapkan rencana pembangunan Jalan Tol Caringin-Puncak-Cianjur.

Kepala BPJT, Danang Parikesit, mengatakan estimasi awal biaya pembangunan jalan tol Puncak ditaksir mencapai Rp24,37 triliun. Namun jumlah tersebut belum menjadi acuan pasti.

Pasalnya, BPJT masih menunggu hasil kajian studi kelayakan yang akan menentukan terkait dengan biaya investasi dan tarif tol yang akan ditetapkan.

"Kita tunggu hasil mereka ketemunya berapa, kemudian tarifnya berapa, karena itu juga penting bagi kita supaya tarifnya juga tidak melebihi kemampuan bayar masyarakat," kata Danang di Jakarta, Senin (27/3/2023).

Pembangunan Jalan Tol Caringin-Puncak-Cianjur merupakan prakarsa badan usaha yang dilakukan oleh PT Matrasarana Arsitama fan Swoosh Capital CFT.

Dalam kajian awal, biaya investasi tersebut dibutuhkan untuk pembangunan seksi 1 sepanjang 11,6 km memakan biaya hingga Rp3,1 triliun. Kemudian untuk seksi 2 sepanjang 6,9 km membutuhkan biaya konstruksi Rp2,4 triliun. Kemudian, seksi 3 sepanjang 9,7 km membutuhkan biaya Rp8,02 triliun.

Lebih lanjut, untuk seksi 4 sepanjang 7,3 km membutuhkan biaya konstruksi sekitar Rp1,68 triliun. Kemudian untuk seksi 5 sepanjang 16,3 km membutuhkan biaya sebesar Rp9,07 triliun.

BPJT menargetkan sejumlah pengerjaan mulai dari feasibility study, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) selesai di 2023. Sementara untuk 2024, ditargetkan akan dimulai proses pengadaan tanah dan Detail Engineering Design (DED).

"Target terbangun operasi pada periode 2030–2034," jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper