Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jalan Tol Puncak Cianjur, Solusi Macet saat Healing?

Pembangunan Tol Puncak Cianjur diharapkan bisa mengurangi keluhan soal kemacetan saat liburan atau healing.
Kendaraan antre di jalur wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/5/2022). Tingginya volume kendaraan wisatawan di jalur wisata Puncak Bogor menyebabkan terjadinya kepadatan di sejumlah titik sehingga Satalntas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah untuk mengurainya./Antara
Kendaraan antre di jalur wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/5/2022). Tingginya volume kendaraan wisatawan di jalur wisata Puncak Bogor menyebabkan terjadinya kepadatan di sejumlah titik sehingga Satalntas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah untuk mengurainya./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah terus mencari cara untuk mengurangi kemacetan di jalur Puncak, Bogor. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan pembangunan jalan tol baru yakni Jalan Tol Caringin ke arah Cianjur.

Pengamat Tata Kota Nirwono Joga menilai untuk mengurangi kemacetan di kawasan Puncak diperlukan upaya dari pemerintah pusat melalui Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional beserta Pemerintah Kabupaten Bogor harus melakukan evaluasi tara ruang kawasan Puncak, serta membatasi atau mengendalikan pembangunan di kawasan puncak.

Dia menambahkan Pembak Bogor, Kementerian Perhubungan, dan Polri perlu mengembangkan transportasi wisata puncak dan penyediaan kantong-kantong parkir pendukung.

"Pembangunan jalur-jalur alternatif lebih banyak ke arah Puncak sehingga dapat mengurangi beban jalan yang sudah ada. Pembangunan jalan tol atau layang bisa menjadi alternatif akhir dengan pembebasan lahan lebih sedikit, terutama untuk tiang-tiang penyangga jalan tol layang," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (19/6/2022).

Sebelumnya, Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan jalan tol yang akan menyambungkan Kawasan Puncak dari Jalan Tol Caringin hingga Cianjur akan mulai dibangun pada 2026.

Sekretaris BPJT Triono Junoasmono mengatakan rencana pembangunan jalan tol tersebut ditujukan guna mengurangi kemacetan yang ada di jalur Puncak. Jalan tol tersebut akan memangkas perjalan sepanjang 18 kilometer.

"Kita bisa melaksanakan proses AMDAL dan feasibilty study pada 2023, kemudian pengadaan tanah pada 2024 dan konstruksi bisa di mulai pada 2026, dan mudah-mudahan bisa dipercepat jika ada pemrakarsanya. Namun tetap memperhatiakan tantangan yang pastinya akan banyak dalam pelaksanaan konstruksi di lapangan," jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper