Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pencabutan PPKM Saat Covid-19 Melandai, Bos Samsung: jadi Angin Segar bagi Dunia Usaha

Pencabutan PPKM di tengah masyarakat seiring melandainya Covid-19 diyakini dapat menggerakan industri di Tanah Air.
Ilustrasi Gerai Samsung. Bloomberg
Ilustrasi Gerai Samsung. Bloomberg

Bisnis.com, CIKARANG - Presiden Direktur PT Samsung Electronics Indonesia Hong Yeun Seuk mengapresiasi langkah pemerintah yang sejak akhir 2022 mencabut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.  

"Kebijakan tersebut tentunya merupakan angin segar bagi dunia usaha, sehingga diharapkan kami semua bisa kembali bangkit kembali pada tahun ini" ujarnya di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (27/1/2023). 

Hong Yeun Seuk menuturkan bahwa pandemi Covid-19 telah mengganggu rantai pasok industri sehingga memaksa pelaku usaha menurunkan produksi. Meski demikian, dia menilai pemerintah mampu mengendalikan pandemi lewat penerapan kebijakan yang terukur. 

Selain itu, dia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia juga telah menunjukkan keberpihakannya kepada dunia usaha melalui pemberian insentif fiskal agar pelaku industri tetap mampu bertahan selama  pandemi. Menurutnya, saat ini pelaku industri manufaktur tengah waswas menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global. Menurutnya, kondisi ini menuntut pengusaha untuk mampu mengoptimalisasi biaya produksi agar lebih kompetitif. 

"Untuk itu, dukungan dari pemerintah kepada dunia usaha sangat dibutuhkan karena biaya produksi yang efisien sangat penting dan dibutuhkan," pungkas Seuk. 

Dilansir dari Bloomberg, dari 4.410 CEO yang disurvei oleh PricewaterhouseCoopers LLP pada bulan Oktober dan November 2022, sebanyak 73 persen memperkirakan pertumbuhan global akan menurun selama 12 bulan mendatang. 

Angka tersebut menjadi yang terburuk sejak perusahaan ini mulai melakukan jajak pendapat pada 2011. Dua dari lima bahkan menyatakan kekhawatiran perusahaan mereka mungkin tidak akan bertahan dalam satu dekade ke depan. 

Survei terpisah yang dirilis WEF mencatat dua pertiga ekonom memperkirakan resesi di seluruh dunia pada 2023 akibat bisnis memangkas biaya, bahkan18 persen di antaranya memperkirakan resesi sangat mungkin terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dionisio Damara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper