Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sewa Hotel Diproyeksi Meningkat Jelang Tahun Politik, Pengusaha Siap Cuan

Pengusaha hotel menyambut baik tahun menjelang politik yang dapat memicu peningkatan persewaan ruang hotel.
Hotel Sahid Makassar. Pengusaha hotel menyambut baik tahun menjelang politik yang dapat memicu peningkatan persewaan ruang hotel.
Hotel Sahid Makassar. Pengusaha hotel menyambut baik tahun menjelang politik yang dapat memicu peningkatan persewaan ruang hotel.

Bisnis.com, JAKARTA - Meningkatnya kebutuhan ruang pertemuan jelang tahun politik memicu kenaikan tingkat penyewaan hotel di tahun 2023. Hal ini menjadi kabar baik bagi para pengusaha hotel tanah air.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi B. Sukamdani mengatakan okupansi meeting room di hotel akan meningkat pada wilayah yang ruang eksisting untuk pertemuannya sedikit. Artinya, kontribusi hotel di tahun politik akan berbeda di setiap wilayah.

"Dari sisi penggunaan oleh aktivitas politik itu cukup lumayan, kalau liat dari tahun-tahun sebelumnya itu memang mereka cukup banyak menggunakan ruang-ruang meeting di hotel," kata Hariyadi saat ditemui di Wisma Bisnis Indonesia, Selasa (27/12/2022).

Dia memberi contoh di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, yang fasilitas ruang pertemuan terbilang sedikit sehingga memanfaatkan hotel sebagai tempat penyelenggaraan acara. Selain itu, Gorontalo, Sulawesi Utara juga menjadi wilayah yang akan mendapatkan berkah dari kegiatan politik.

"Itu akan besar tuh, dapat biaya aktivitas politik baik dari parpolnya, maupun dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) dari unsur pemerintahnya itu juga, jadi memang ada kontribusinya di masing-masing daerah," jelasnya.

Namun, Hariyadi tidak dapat menyebutkan berapa besar kenaikan yang akan terjadi dengan lonjakan aktivitas tersebut. Sebab, setiap daerah memiliki jumlah ruang dan kebutuhan yang berbeda. Daerah dengan ruang pertemuan yang terbatas akan memberikan peluang lebih besar untuk bisnis perhotelan meraup untung.

"Misalnya, Jakarta ini kan banyak ruang pertemuan, hotel, jadi relatif kalau di kota besar ya tidak sebesar dengan daerah-daerah yang fasilitasnya kurang," ujarnya.

Di sisi lain, dia juga melihat optimisme yang positif dari para pengusaha perhotelan saat ini. Hal ini lantaran mulai terlihat rencana perluasan bisnis di sejumlah wilayah. Terlebih dengan adanya tahun politik yang dapat memicu peningkatan permintaan.

Dengan adanya kondisi yang cukup kompetitif antar pengusaha di tahun 2023 mendatang, menurutnya para pebisnis hotel perlu menggencarkan komunikasi terbuka dengan berbagai pihak termasuk KPU, Bawaslu, Partai Politik, hingga Pemerintah.

Di sisi lain, Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan bisnis perhotelan akan melaju dengan masifnya kegiatan Meeting, Incentives, Conferences, Exhibition (MICE) sepanjang tahun ini. Hal ini mendorong berbagai pelaku usaha di sektor hotel meningkatkan nilai tambah pada layanan.

Sejumlah indikator yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih hotel untuk acara MICE yaitu harga, lokasi, HSE (Health, Safety, and Environment), makanan, fasiltias, layanan, review, dan sertifikat penghargaan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper