Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dana Proyek MRT HI-Kota Makin Tipis, PT MRT Jakarta Kebut Proposal Tarik Utang ke JICA

PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan bisa mencairkan pinjaman hingga Rp8 triliun dari JICA pada Maret tahun depan.
JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat memberikan paparan saat forum jurnalis di Jakarta, Selasa (6/12/2022).
JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat memberikan paparan saat forum jurnalis di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Bisnis.com, JAKARTA- PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah berlomba dengan waktu untuk merampungkan proses pencairan pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA), untuk proyek Fase 2A Bundaran HI-Kota. Targetnya, pinjaman bisa cair pada Maret 2023 sebesar Rp7 triliun sampai dengan Rp8 triliun.

Untuk diketahui, Proyek MRT Fase 2 terbagi menjadi Fase 2A Bundaran HI-Kota, dan Fase 2B Kota-Ancol Barat. Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan sebenarnya pinjaman dari JICA untuk Fase 2 telah disetujui oleh JICA senilai Rp23 triliun.

Kendati demikian, pinjaman tersebut dicairkan secara bertahap. Waktu pengajuan pencairan pinjaman bisa memakan waktu hingga enam bulan. Dari total Rp23 triliun untuk Fase 2, sebanyak Rp8 triliun sebelumnya sudah dicairkan dan akan habis pada Maret tahun depan.

"Kami tidak mungkin mengajukan pada saat [pinjaman] sudah habis. Prosesnya itu butuh waktu enam bulan," terang Tuhiyat pada Forum Jurnalis MRT Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Oleh karena itu, perseroan tengah mempercepat proses pelengkapan administrasi untuk mencairkan porsi pinjaman selanjutnya sejak November 2022. Harapannya, pinjaman bisa cair pada Maret 2023 dan tidak memengaruhi keberlangsungan proyek Fase 2A.

Tuhiyat membeberkan proses panjang yang dibutuhkan perseroan sebelum bisa mengajukan pencarian pinjaman ke JICA. Tahapannya dimulai dari pengajuan kepada Gubernur DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, lalu ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Jadi [persiapan] jangan lewat dari November 2022 karena nanti ada gap kekurangan dana. Saya lupa [besaran yang diajukan], mungkin sekitar Rp7 triliun sampai dengan Rp8 triliun. Itu rencananya Maret 2023, karena saat itu loan [sebelumnya] sudah habis," jelasnya.

Mengenai progres konstruksi Fase 2A, segmen 1 Bundaran HI-Harmoni sudah berjalan 38,17 persen, sedangkan segmen 2 Harmoni-Kota sudah berjalan 7,85 persen.

Perseroan menargetkan konstruksi untuk segmen 1 Fase 2A Bundaran HI-Harmoni untuk rampung pada Juni 2027, dan segmen 2 Harmoni-Kota rampung pada April 2029.

"Ini targetnya segmen 2 rampung pada April 2029 [dan segmen 1 pada 2027]. Jadi pada 2027 bisa ke Monas dari Lebak Bulus," urai Tuhiyat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dany Saputra
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper