Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tahun Depan Seret Investasi? Pengusaha Optimistis Sektor Ini Tetap Cemerlang

Sektor industri makanan dan minuman, serta farmasi masih merupakan magnet bagi investasi baru pada tahun depan. Kedua sektor sangat mengandalkan pasar domestik.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  16:48 WIB
Tahun Depan Seret Investasi? Pengusaha Optimistis Sektor Ini Tetap Cemerlang
Industri farmasi - indianmirror
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Kalangan pengusaha memperkirakan investasi akan mengalir ke sejumlah sektor di industri manufaktur berorientasi pasar domestik tahun depan. Sebab, pasar domestik dinilai lebih prospektif dibandingkan dengan ekspor.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bobby Gafur Umar mengutarakan terdapat 2 sektor yang potensial menjadi incaran investor, yakni makanan dan minuman (mamin), serta farmasi.

"Tahun depan ekonomi global akan melambat. RI kemungkinan akan mengikuti tren itu. Karena pasar ekspor lesu, maka sektor yang berpotensi dapat investasi adalah yang berorientasi pasar domestik, seperti mamin dan farmasi," kata Bobby kepada Bisnis, Senin (5/12/2022).

Pada periode Januari-September 2022, aliran modal kedua sektor tersebut tercatat masih berada di jalur positif meskipun ekonomi global sedang berada di bawah bayang-bayang perlambatan ekonomi yang diperkirakan terjadi pada 2023.

Mengutip data Mengutip data Nasional Single Window for Investment (NSWI) Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi di kedua sektor tercatat meningkat, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Di sektor kimia dan farmasi, BKPM mencatat terdapat aliran modal mencapai US$2,7 miliar melalui skema PMA sepanjang Januari-September 2022. Naik 52,3 persen dari investasi asing pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni US$1,29 miliar.

Sementara dari skema PMDN, sektor kimia dan farmasi meraup realisasi investasi senilai Rp21,14 triliun pada periode yang sama. Naik sekitar 42,2 persen dari PMDN pada periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp12,22 T.

Di sektor makanan, BKPM juga mencatat kenaikan pada periode Januari - September 2022. Sektor tersebut meraup realisasi investasi senilai US$1,93 miliar dari skema PMA. Naik sekitar 19 persen dari PMA periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$1,56 miliar.

Dari sisi PMDN, sektor makanan meraup realisasi investasi senilai Rp37,95 triliun untuk periode yang sama. Naik sekitar 51 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya dengan realisasi investasi mencapai Rp18,53 triliun.

Ke depannya, Bobby meminta pemerintah untuk mengambil sejumlah aksi untuk menjaga geliat kedua industri tersebut. Di antaranya dengan memperketat masuknya produk impor serta mengakselerasi upaya substitusi impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri manufaktur industri manufaktur indeks manufaktur Investasi Manufaktur farmasi industri farmasi
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top