Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sah! UMP 2023 Sulawesi Utara Naik 5,24 Persen Jadi Rp3,485 Juta

UMP 2023 Provinsi Sulawesi Utara naik 5,24 persen menjadi Rp3.485.000 dari UMP sebelumnya Rp3.310.723.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 November 2022  |  12:52 WIB
Sah! UMP 2023 Sulawesi Utara Naik 5,24 Persen Jadi Rp3,485 Juta
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey saat membuka Rakorwil Timur Kadin Indonesia, Jumat (4/5).-JIBI - Kurniawan A. Wicaksono
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 sebesar Rp3.485.000 atau naik sebesar 5,24 persen dari UMP sebelumnya Rp3.310.723.

"Kita sudah umumkan atau kesepakatan antara serikat pekerja dengan pengusaha di dalamnya ada Apindo, sehingga angka yang kita sepakati mengikuti inflasi di Provinsi Sulawesi Utara," kata Gubernur Olly usai mengumumkan kenaikan UMP di Manado, Senin (28/11/2022).

Untuk diketahui, hari ini, Senin (28/11/2022) merupakan batas akhir pengumuman kenaikan UMP 2023 sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan atau Permenaker No.18/2022.

Dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.18/2022, Penetapan UMP 2023 paling lambat harus diumumkan pada 28 November 2022, sedangkan untuk upah minimum kabupaten/kota paling lambat pada 7 Desember 2022.

“Upah Minimum provinsi tahun 2023 ditetapkan dan diumumkan paling lambat pada tanggal 28 November 2022,” demikian bunyi Pasal 13 ayat (2) beleid tersebut dikutip, Senin (28/11/2022).

Adapun, penyesuaian nilai upah minimum 2023 dihitung dengan formula mempertimbangkan variabel pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan indeks tertentu.

Merujuk pada aturan sebelumnya yang tercantum pada turunan UU Cipta Kerja, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) No. 36/ 2021 tentang Pengupahan, formulasi hanya mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi atau inflasi (salah satu yang lebih besar).

Dengan hadirnya Permenaker teranyar ini, apabila ternyata hasil formulasi menghasilkan besaran upah minimum sebesar 13 persen, seperti yang buruh harapkan, Kemenaker memberikan batasan tertinggi maksimal 10 persen lebih besar dari upah minimum 2022.

“Dalam hal hasil penghitungan penyesuaian nilai Upah Minimum sebagaimana dimaksud pada ayat [1] melebihi 10 persen, Gubernur menetapkan Upah Minimum dengan penyesuaian paling tinggi 10 persen,” bunyi beleid tersebut.

Berdasarkan pantauan Bisnis, Provinsi Aceh telah menetapkan UMP 2023 naik 7,8 persen dibanding UMP 2022. Berdasarkan keterangan dari laman resmi Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, naik Rp247.206 atau 7,8 persen dibanding tahun 2022 sebesar Rp3.166.460.

“Pemerintah Aceh sudah menetapkan perubahan Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh sebesar Rp Rp3.413.666,” tulisnya dalam keterangan resmi, Senin (28/11/2022).

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, Bahari, menyampaikan UMP Jambi untuk periode 2023 naik 9,04 persen setara Rp244.000 dari Rp2.698.940 menjadi Rp2.943.000 (pembulatan).

“Angka kenaikan 9,04 persen ini merupakan revisi dari penetapan UMP sebelumnya yang hanya 4,89 persen,” kata Bahari, di Jambi, Sabtu (26/11/2022).

Sejauh ini, Provinsi Jambi memiliki penetapan tertinggi dibanding provinsi lainnya dari segi persentase, yakni sebesar 9,04 persen.

Provinsi Banten juga telah menetapkan kenaikan UMP 2023 yaitu naik 6,4 persen menjadi Rp2,66 juta. Selain itu, Provinsi Riau, Bangka Belitung, dan Kalimantan Utara dikabarkan juga telah mengumumkan besaran UMP 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ump upah minimum sulawesi utara upah buruh

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top