Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Profil Kereta Cepat yang Akan Ditonton Jokowi dan Xi Jinping di KTT G20

Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan memantau uji dinamis Kereta Cepat Jakarta-Bandung di sela KTT G20. Berikut profil proyek tersebut
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 16 November 2022  |  11:51 WIB
Profil Kereta Cepat yang Akan Ditonton Jokowi dan Xi Jinping di KTT G20
Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) mulai dikirim dari China ke Indonesia pada Jumat (5/8 - 2022) / Dok. KCIC
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping rencananya akan memantau uji coba operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung secara virtual di sela agenda KTT G20 di Bali, hari ini, Rabu (16/11/2022). 

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara yang digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan antara konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok melalui Beijing Yawan HSR Co.Ltd.

PSBI berisikan PT Wijaya Karya Tbk. (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Jasa Marga Tbk. (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero). PSBI memegang 60 persen saham KCIC, sementara Beijing Yawan sebesar 40 persen. 

Mengutip laman resmi KCIC, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan generasi terbaru CR400AF. Memiliki panjang trase 142,3 kilometer (km) yang terbentang dari Jakarta hingga Bandung. Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki empat stasiun pemberhentian, yakni Halim, Karawang, Padalarang, Tegalluar dengan satu depo yang berlokasi di Tegalluar. Setiap stasiun akan terintegrasi dengan moda transportasi massal di setiap wilayah.

Dari total panjang trase kereta cepat, lebih dari 80 km di antaranya memiliki struktur elevated sedangkan sisanya berupa 13 tunnel dan subgrade. 

Berdasarkan catatan Bisnis, proyek Kereta Cepat memulai konstruksi pada 2016 dan ditargetkan rampung pada 2018. Namun, berbagai tantangan konstruksi dan pembebasan lahan membuat proyek molor hingga target diundur beberapa kali menjadi 2019 hingga terakhir pada Juni 2023. 

Sampai dengan pekan kedua Oktober 2022, progres fisik proyek tersebut sudah berjalan 79,51 persen dan progres investasi 90,60 persen. 

Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi sebelumnya mengatakan bahwa pada saat KTT G20, akan dilakukan uji dinamis Kereta Cepat sepanjang 16 km, dari Tegalluar sampai Kopo. 

"Kami akan lakukan skenario kedua, di mana kami lakukan live streaming dari Tegalluar uji coba ke Kopo 16 kilometer, disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping dari KTT di Bali," ujar Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi di Gedung DPR pekan lalu, dikutip Rabu (16/11/2022).

Diberitakan Bisnis sebelumnya, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung semula membutuhkan nilai investasi sebesar US$6,071 miliar. Setelah proyek molor dan menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan bahwa adanya cost overrun proyek senilai US$1,449 miliar atau sekitar Rp21 triliun. 

PT KAI yang saat ini menjadi pimpinan konsorsium PSBI, tengah menantikan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp3,2 triliun untuk merampungkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek kereta cepat jakarta-bandung xi jinping Jokowi g20 KTT G20
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top