Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menhub Blak-Blakan Ungkap Tantangan Sektor Logistik di 2023

Menhub Budi Karya Sumadi mengungkap bahwa sektor logistik berpotensi menghadapi tantangan tahun depan akibat ancaman resesi global.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan penjelasan saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Jakarta, Jumat (24/5/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan penjelasan saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Jakarta, Jumat (24/5/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkap bahwa sektor logistik berpotensi menghadapi tantangan pada tahun depan akibat ancaman resesi global. 

Budi Karya mengatakan ancaman resesi global diprediksi bisa menghambat laju perekonomian pada 2023. Hal itu, terangnya, bisa ikut memberikan tantangan kepada sektor logistik. 

"Ini akan berpengaruh pada turunnya arus distribusi barang dan jasa. Langkah antisipasi perlu dilakukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan di tahun depan, salah satunya dengan menetapkan regulasi yang mendukung logistik," ujar Budi Karya secara virtual pada Bisnis Indonesia Logistics Forum & Awards 2022, Selasa (8/11/2022). 

Selama ini, lanjut Budi Karya, Kemenhub telah mendorong upaya untuk mendukung distribusi barang dan jasa serta menurunkan disparitas harga antara wilayah Barat dan Timur. Langkah-langkah tersebut dilakukan melalui tiga program yaitu tol laut, moda angkutan perintis, dan jembatan udara. 

Lebih lanjut, Menhub mengungkapkan belajar dari tantangan pandemi Covid-19, regulasi dari Kemenhub yang tidak membatasi pergerakan angkutan barang membuat sektor logistik nasional berbasis transportasi dan pergudangan masih mampu bertumbuh 3,24 persen secara tahunan (yoy) dengan PDB harga berlaku mencapai Rp719,63 triliun pada 2021. 

"Kami berupaya memastikan pelayaran transportasi dan logistik terus berjalan untuk menopang berbagai komoditas mulai dari energi, pangan, dan kegiatan berbagai sektor. Optimisme dan kerja sama dalam menghadapi masa resesi sangat penting," ujarnya.

Adapun, teranyar Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa perekonomian Indonesia pada kuartal III/2022 tumbuh 5,72 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan dengan kuartal III/2021.

Berdasarkan lapangan usahanya, sektor transportasi dan pergudangan pada kuartal III/2022 tumbuh hingga 25,81 persen dibandingkan dengan kuartal III/2021. Distribusinya terhadap PDB nasional mencapai 5,01 persen atau terbesar keenam.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dany Saputra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper