Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gurita dan Sotong Indonesia Jadi Primadona di Amerika dan Jepang

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor produk perikanan di Indonesia sepanjang Januari-September mencapai US$4,61 miliar.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 08 November 2022  |  16:36 WIB
Gurita dan Sotong Indonesia Jadi Primadona di Amerika dan Jepang
Wiwit (depan) ikut serta dalam aktivitas membenamkan Rumah Cumi-Cumi - Bisnis/ltc
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Perikanan Indonesia konsisten untuk mendongkrak ekspor produk perikanan utama dari jenis gurita dan sotong yang menjadi primadona untuk Amerika dan Jepang pada kuartal III/2022.

Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan perusahaan mengeskpor gurita ke dua negara tujuan, yakni Amerika Serikat dan Jepang. Proses ekspor keduanya dikirim melalui jalur laut dari Makassar, Sulawesi Selatan, dan Simeulue, Aceh.

“Ekspor produk cephalopod ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang PT Perikanan Indonesia untuk boosting performance ekspor pada 2022,” katanya dalam ketarangan resmi, Selasa (8/11/2022).

Sebagai informasi, cephalopod adalah moluska tingkat tinggi yang memiliki kaki di kepalanya, seperti gurita, cumi, dan sotong.

Adapun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor produk perikanan di Indonesia sepanjang Januari-September mencapai US$4,61 miliar atau sekitar Rp71,8 triliun (kurs Rp15.596). Realisasi eskpor tersebut mencapai 64,65 persen dari target 2022.

Komoditas utama penyumbang capaian ekspor tersebut meliputi udang, tuna-tongkol-cakalang, cumi-sotong-gurita, rumput laut, dan rajungan-kepiting dengan total nilai US$3,68 miliar atau tumbuh positif 14,48 persen (yoy).

PT Perikanan Indonesia Cabang Makassar mengirimkan sebanyak 17,9 ton produk cephalopod ke Amerika Serikat dengan kapitalisasi US$177.500. Tiga jenis komoditas yang diekspor yakni Octopus Steam, Whole Cleaned Cuttlefish, dan Ball Type Octopus. PT Perindo memasok permintaan dari perusahaan pedagangan ikan di negara bagian Georgia, USA.

Sementara itu, untuk unit Simeulue, Aceh, pihaknya mengirimkan 15 ton Octopus Cynea Grey ke perusahaan perikanan di Jepang. Pengiriman ke Jepang merupakan ekspor rutin PT Perikanan Indonesia setiap bulannya sejak Januari 2022 hingga Oktober 2022 dan akan terus berlanjut hingga akhir tahun. 

Sigit menuturkan pihaknya berkomitmen memenuhi permintaan dari pembeli di luar negeri untuk mengerek pendapatan perusahaan. Pasalnya, volume perdagangan luar negeri atau ekspor PT Perikanan Indonesia berkontribusi sekitar 10 persen dari total produksi dibandingkan dengan perdagangan ikan domestik di dalam negeri. 

“Roadmap kami ke depan akan melakukan perluasan pasar ke luar negeri,” tambahnya. 

Jangkauan ekspor PT Perikanan Indonesia saat ini sudah tersebar ke Sembilan negara, di antara Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Filipina, China, Taiwan, Mesir, Singapura, dan Korea Selatan. KKP juga mencatat Amerika dan Jepang menjadi tujuan ekspor utama produk perikanan Indonesia. 

Secara umum dari sisi neraca perdagangan, perikanan Indonesia mengalami surplus sepanjang Januari-September 2022 sebesar US$4,09 miliar dengan nilai ekspor US$4,61 miliar atau naik 13,72 persen yoy dan impor US$0,52 miliar.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP TB. Haeru Rahayu mengungkapkan, pihaknya optimistis dapat mencapai target ekspor produk perikanan di 2022 sebesar US$7,13 miliar.

“Tadi saya diskusi dengan Ditjen PDSP [Penguatan Daya Saing Produk] karena mereka yang pegang data, kami masih cukup optimistis masih punya waktu insya Allah tercapai,” ujarnya kepada awak media, Rabu (26/10/2022).
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor perikanan kementerian kelautan dan perikanan industri perikanan ekspor perikanan
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top