Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ekspor Perikanan Tembus Rp71,8 triliun Hingga Kuartal III/2022

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis dapat mencapai target ekspor produk perikanan pada 2022 sebesar US$7,13 miliar.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 26 Oktober 2022  |  19:08 WIB
Ekspor Perikanan Tembus Rp71,8 triliun Hingga Kuartal III/2022
Sejumlah nelayan membongkat muat ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, Jembrana, Bali, Kamis (21/7/2022). ANTARA FOTO - Nyoman Hendra Wibowo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor produk perikanan sepanjang Januari-September mencapai US$4,61 miliar atau sekitar Rp71,8 triliun (asumsi kurs Rp15.596). Realisasi eskpor itu baru mencapai 64,65 persen dari target 2022.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP TB. Haeru Rahayu mengungkapkan, pihaknya optimistis dapat mencapai target ekspor produk perikanan di 2022 sebesar US$7,13 miliar.

“Tadi saya diskusi dengan Ditjen PDSP [Penguatan Daya Saing Produk] karena mereka yang pegang data, kami masih cukup optimistis masih punya waktu insya Allah tercapai,” ujarnya kepada awak media, Rabu (26/10/2022).

Komoditas utama penyumbang capaian ekspor tersebut meliputi udang, tuna-tongkol-cakalang, cumi-sotong-gurita, rumput laut, dan rajungan-kepiting dengan total nilai US$3,68 miliar atau tumbuh positif 14,48 persen year-on-year (yoy).

Lebih lanjut, TB. Haeru yang akrab disapa Tebe, mengungkapkan, udang yang termasuk dalam sektor perikanan budidaya terus mengalami pertumbuhan ekspor. Terlebih Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong untuk komoditas udang saja dapat mencapai nilai ekspor sebesar US$4,3 miliar di 2024, sementara per 2021 baru mencapai US$2,2 miliar.

“Di perikanan budidaya sendiri kami juga optimistis, terutama udang sedang kami dorong betul karena luar biasa targetnya, karena masih ada kendala yang masih harus disinergikan dengan pihak lain,” lanjutnya.

Adapun, untuk mencapai target produksi udang, Tebe menyampaikan setidaknya membutuhkan Rp365 triliun untuk merevitalisasi tambak udang rakyat dengan sistem tradisional.

Berdasarkan data Ditjen PDSP, sebanyak 35 persen dari komoditas yang diekspor merupakan udang dengan mayoritas jenis vaname dan windu. Sementara itu, 67 persen udang tersebut dikirim ke negara tujuan utama, yaitu Amerika.

Amerika Serikat masih menjadi pasar tujuan utama ekspor udang. Pada 2021, ekspor udang ke Negeri Paman Sam itu mencapai US$1,59 miliar dengan volume 180.000 ton. Sampai dengan September 2022, ekspor udang ke AS mencapai US$1,1 miliar dengan volume 118.000 ton

Sementara itu, Jepang menjadi negara kedua tujuan ekspor yang hingga kuartal III/2022 mencapai US$298 juta dengan volume 28.000 ton.

Bila melihat dari sisi neraca perdagangan secara umum, perikanan Indonesia mengalami surplus sepanjang Januari-September 2022 sebesar US$4,09 miliar dengan nilai ekspor US$4,61 miliar atau naik 13,72 persen yoy dan impor US$0,52 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

udang perikanan kementerian kelautan dan perikanan
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top