Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pertumbuhan Ekonomi Berpotensi Sentuh 5,17 Persen pada 2022, Ini Pemicunya

Ekonom menjelaskan sejumlah faktor yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17 persen pada akhir 2022.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 07 November 2022  |  18:33 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Berpotensi Sentuh 5,17 Persen pada 2022, Ini Pemicunya
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada 2022 berpotensi tumbuh sebesar 5,17 persen (year-on-year/yoy), meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,69 persen.

Faisal melihat konsumsi rumah tangga yang menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia menguat, seiring dengan pulihnya permintaan dan mobilitas masyarakat berkat keberhasilan program vaksinasi Covid-19 yang berujung pada pelonggaran PPKM.

Apalagi, harga komoditas yang tinggi telah memberikan nilai tambah bagi perekonomian, terutama di sektor eksternal dan APBN.

“Dengan permintaan domestik yang sehat, pertumbuhan ekspor yang kuat, kondisi fiskal yang hati-hati, dan manajemen Covid-19 yang solid, kami mempertahankan perkiraan kami bahwa ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh sebesar 5,17 persen pada 2022,” kata Faisal dalam keterangan tertulis, Senin (7/11/2022).

Tingkat inflasi yang masih berada di atas batas atas Bank Indonesia (BI) di tengah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada awal September lalu dapat berdampak terhadap penurunan daya beli rumah tangga pada bulan-bulan berikutnya hingga tingkat tertentu.

Kendati demikian, kata Faisal, pemerintah terbukti berhasil menurunkan inflasi pangan sehingga mampu mengurangi tekanan inflasi terhadap konsumsi secara menyeluruh.

Selain itu, kinerja ekspor komoditas utama yang tinggi juga mampu terus menghasilkan pendapatan ekspor dan pendapatan fiskal yang tidak terduga. Ini, memungkinkan pemerintah untuk mempertahankan bantuan sosial (bansos) dan transfer tunai, sembari tetap mengurangi defisit anggaran menuju konsolidasi fiskal pada 2023.

Untuk tahun depan, Bank Mandiri melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia turun tipis menjadi 5,04 persen pada 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi ekonomi pdb
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top