Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Serikat Petani: Produksi Padi Tahun Ini Susut, Ini Penyebabnya

Serikat Petani Indonesia menyebut produksi padi pada tahun ini menurun dibandingkan dengan pada 2020 dan 2021.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 18 Oktober 2022  |  12:45 WIB
Serikat Petani: Produksi Padi Tahun Ini Susut, Ini Penyebabnya
Petani beraktivitas di lahan persawahan di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (17/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Serikat Petani Indonesia (SPI) menyebut produksi padi pada tahun ini menyusut bila dibandingkan dengan 2020 dan 2021. Padahal, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksi sepanjang 2022 luas lahan tersebut justru bertambah.

Dari sisi petani, Ketua Umum SPI Henry Saragih menyampaikan puncak produksi padi yang nantinya dikonversi menjadi beras pada 2022 menurun akibat iklim, hama, hingga kurangnya pupuk. Akibatnya, produksi padi di 2022 pun, disebut Henry, ikut menurun.

“Puncak produksi padi itu di 2020 dan 2021, pada 2022 ini malah menurun penyebabnya gangguan hama dan penyakit, banjir, kurangnya distribusi pupuk,” katanya, Senin (17/10/2022).

Henry memaparkan pada awal 2022 harga padi cenderung menurun tidak ada peningkatan, sehingga banyak petani yang beralih tanaman palawija jagung yang pada saat itu harganya tinggi.

Dampaknya pun harga jagung sempat jatuh ke angka Rp4.000 per kilogram (kg) dari sebelumnya di harga Rp5.500/kg.

“Kebalikannya sekarang harga gabah melambung tinggi Rp5.500 karena stok di lahan memang sedikit,” lanjutnya.

Berdasarkan data di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, dalam empat bulan terakhir harga beras menjadi perhatian karena mengalami peningkatan.

Sejak Juni hingga hari ini, harga beras medium secara rata-rata nasional telah naik 4,81 persen atau setara Rp500 dari Rp10.400 menjadi Rp10.900/kg. Adapun harga beras premium naik 2,40 persen yang setara dengan Rp300, dari Rp12.500 menjadi Rp12.800 per kg. Alhasil komoditas beras memberikan andil inflasi pada September 2022 sebesar 0,04 persen.

Diberitakan sebelumnya, BPS memperkirakan luas lahan panen padi pada 2022 akan bertambah sebesar 0,19 juta hektare (ha) menjadi 10,61 juta ha atau naik 1,87 persen jika dibandingkan dengan luasan lahan pada 2021 yang mencapai 10,41 juta ton hektare.

Sejalan dengan luas panen yang diperkirakan akan meningkat hingga akhir 2022 nanti, BPS melaporkan, produksi GKG sepanjang 2022 diperkirakan mencapai 55,67 juta ton atau naik sebesar 2,31 persen yang setara dengan 1,25 juta ton dibandingkan 2021.

Dengan demikian, BPS memperkirakan produksi beras pada 2022 untuk konsumsi pangan penduduk sebesar 32,07 juta ton atau naik sebesar 2,29 persen setara dengan 718.030 ton dibanding 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Stok Beras produksi beras Harga Beras petani serikat petani indonesia
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top