Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pelni Targetkan Jadi Holding BUMN Bidang Pelayaran di 2024

PT Pelni (Persero) menargetkan bisa menjadi Holding BUMN Pelayaran atau National Shipping Holding Company di 2024.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 12 Oktober 2022  |  17:49 WIB
Pelni Targetkan Jadi Holding BUMN Bidang Pelayaran di 2024
JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani MEDIA VISIT PELNI Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Tri Andayani (tengah), Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut Yossianis Marciano (kiri), dan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Yuliana Benyamin memberikan paparan saat Media Visit PT Pelni ke redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (12/10 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menargetkan bisa menjadi Holding BUMN di bidang pelayaran atau National Shipping Holding Company pada 2024.

Direktur Utama PT Pelni (Persero) Tri Andayani mengatakan target tersebut sejalan dengan upaya transformasi yang terus dilakukan, guna mewujudkan perseroan sebagai perusahaan transportasi nasional.

"Target 2023 kami menargetkan laba Rp233 miliar dan di 2024 menjadi Rp335 miliar. Lalu pada 2024 atau akhir dari RJPP kita di 2019 itu adalah menginisiasi Pelni menjadi National Shipping Holding Company dan National Flag Carrier," ujar Tri dalam Media Visit ke Bisnis Indonesia, Rabu (12/10/2022).

Pada 2024 mendatang, Pelni menargetkan untuk bisa menginisiasi perseroan sebagai National Shipping Holding Company dengan pendapatan meningkat ke Rp6,92 triliun dan laba sebesar Rp335,03 miliar.

Per Agustus 2022, Pelni telah membukukan laba lebih dari Rp152 miliar atau melampaui target Rp148 miliar pada RKAP 2022.

Berdasarkan High-Level Roadmap 2022-2024, target pendapatan perseroan yakni Rp5,44 triliun dengan laba Rp148,58 miliar di 2022. Ke depan, target pendapatan terus naik dan juga proporsi pendapatan ingin diseimbangkan.

Tri mengatakan saat ini proporsi pendapatan perseroan dari penugasan, misalnya seperti tol laut, masih lebih tinggi dari komersial. Pada 2022, proporsi penugasan masih lebih besar yakni 55,1 persen, sedangkan komersial 44,9 persen.

Hal itu, ke depannya, ingin diubah yakni proporsi komersial menjadi lebih tinggi. Pada 2023, porsi pendapatan dari penugasan ditargetkan menjadi 50,4 persen, sedangkan komersial menjadi 49,6 persen.

Selanjutnya, porsi pendapatan pada 2024 atau akhir RJPP yakni sudah berbalik yakni komersial menjadi lebih tinggi 53,3 persen dan penugasan 46,7 persen.

"Kami tetap jaga antara proporsi komersial dan penugasan ditingkatkan yakni komersial menjadi 53 persen," jelasnya.

Tri menjelaskan bahwa terdapat 9 poin transformasi yakni core business optimization, strategic partnership, market penetration, business expansion, operational excellence, service excellence, digital transformation, talented human resources, dan hi-performance and people choice's company.

Pelni juga akan mendorong kolaborasi dengan menggaet sejumlah perusahaan pelayaran swasta dalam maupun luar negeri. Hal ini diharapkan bisa membantu Pelni untuk bisa melakukan ekspansi awal ke kawasan Asean terlebih dahulu.

Selain ekspansi usaha, Tri menyebut telah mendorong transformasi SDM dalam komposisi perusahaan. Misalnya, dia menyebut saat ini sebagian dari jabatan manajemen Pelni didorong untuk bisa diduduki oleh generasi muda.

"Dari 28 VP Pelni, ada perombakan 10 orang berusia di bawah 4 tahun. Istilahnya kami 'remajakan'," ujarnya.

Rencana ke Depan

Direktur Usaha dan Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni Yossianis Marciano mengungkapkan kolaborasi shipping company tidak hanya akan menggaet perusahaan swasta dalam maupun luar negeri, bahkan BUMN luar negeri.

"Misalnya China Cosco Shipping itu BUMN China. Ini kita mau masuk ke situ untuk bisa bantu pemerintah terkait dengan angkutan bahan material misalnya batu bara yang dibutuhkan PLN," ujar Yossianis.

Dia menyebut Pelni juga ingin bisa menyeimbangkan freight ocean. Yossianis menyebut perseroan tidak ingin mendominasi, tapi ingin bisa menstabilisasi dalam sisi ongkos angkut pelayaran.

Dia juga menyebut akan melakukan ekspansi bisnis untuk kapal Roro untuk mengangkut alat berat yang dinilai saat ini prospektif, terlebih adanya pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

"Prospeknya next year, dua tahun ke depan, karena ini banyak mau bangun smelter sampai IKN ini opportunity besar untuk alat berat," katanya.

Terkait dengan armada, Pelni juga tengah melakukan kajian dengan ITS untuk memodifikasi kapal yang dimiliki dan beberapa lainnya rencana akan dibeli baru.

Adapun, Pelni bergerak di berbagai bidang usaha yang meliputi pelayaran penumpang dan kargo, ship chartering, kapal pesiar, manajemen kapal, fasilitas maintenance kapal, shipping agency, manajemen properti, dan learning center.

Sementara itu, sejumlah anak usaha yang dimiliki juga meliputi stevedoring, logistik, layanan handling kapal, trading, dan berafiliasi dengan Rumah Sakit (RS) Pelni.

Pelni sekarang memiliki 45 kantor cabang dari Medan sampai dengan Jayapura dan Merauke, serta 118 terminal point yang beroperasi.

Untuk trayek, Pelni beroperasi pada trayek utama kapal penumpang, serta kapal penumpang dan kapal perintis.

Secara kinerja, pada 2021 Pelni telah mengangkut 2,28 juta penumpang dan telah mengangkut 2,76 juta penumpang hingga Agustus 2022.

Sementara itu, kinerja peti kemas yakni 24.387 TEUs pada 2021 atau meningkat dari 20.633 TEUs pada 2020. Kemudian, untuk general cargo pada 2021 tercatat 100.287 ton meter kubik atau meningkat dari tahun sebelumnya 76.808 ton meter kubik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelni holding bumn pelayaran
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top