Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adopsi Smart Mining, Freeport Produksi 200.000 ton Bijih Tiap Hari

PT Freeport Indonesia (PTFI) saat ini memproduksi 200.000 ton bijih setiap harinya dari operasi tambang bawah tanah di Tambang Grasberg, Papua.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 05 Oktober 2022  |  17:09 WIB
Adopsi Smart Mining, Freeport Produksi 200.000 ton Bijih Tiap Hari
Tambang Freeport - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG--PT Freeport Indonesia (PTFI) saat ini memproduksi 200.000 ton bijih setiap harinya dari operasi tambang bawah tanah di Tambang Grasberg, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua.

Chairman of the Board and CEO Freeport McMoRan Richard C. Adkerson mengatakan, kegiatan tambang bawah tanah belakangan menjadi fokus baru PT Freeport Indonesia (PTFI) setelah operasi di tambang terbuka atau open pit dipensiunkan untuk reklamasi bekas wilayah kerja.

“Kami menggunakan teknologi penambangan paling mutakhir di dunia untuk memproses 200.000 bijih setiap harinya dari operasi tambang bawah tanah,” kata Richard saat memberi orasi ilmiah di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Rabu (5/10/2022).

Lewat teknologi mutakhir itu, Richard mengatakan, PTFI saat ini dapat melakukan kegiatan penambangan jarak jauh dan efisien yang belakangan turut meningkatkan produktifitas tambang perseroan. Adapun, ruang kontrol berjarak sekitar 8 kilometer dari posisi alat berat di dalam terowongan.

Alat berat yang dikendalikan dari jarak jauh adalah loaders (30 persen), pemecah batu (100 persen) dan kereta listrik pengangkut material tambang (100 persen). Setiap kereta angkut itu mengangkut sekitar 300 ton bijih per perjalan atau setara dengan satu truk angkut permukaan.

“Kami menggunakan teknologi penambangan yang mutakhir dengan data analitik dan komputasi robotik untuk memperluas jangkauan penambangan kita di bawah tanah,” kata dia.

Sebelumnya, komitmen PTFI dalam berinovasi untuk mendukung kegiatan pertambangan yang aman dan berkelanjutan mendapatkan sambutan baik dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.

Menurut Erick, PTFI sebagai bagian dari holding perusahaan tambang negara, MIND ID, turut mendukung upaya digitalisasi BUMN demi terciptanya suatu nilai baru. Penerapan 5G Mining PTFI menandai langkah pembangunan Indonesia untuk terus bergerak menuju pembaharuan dan berinovasi menjadi lebih baik.

"Selain pemerataan akses digital di seluruh nusantara yang merupakan bagian dari tujuan utama Kementerian BUMN, kami optimistis bahwa langkah transformasi ini akan memberikan dampak positif yang lebih banyak lagi,” kata Erick.

Erick menjelaskan dalam berbagai studi di sejumlah negara yang sudah menerapkan sistem 5G Mining, produktivitas bisa naik 25 persen, penghematan biaya 40 persen, dan penghematan energi 20 persen.

"Kita bukan hanya hilirisasi tambang tetapi mencoba inovasi industri pertambangan secara menyeluruh. Salah satunya melalui 5G Mining," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

freeport indonesia pertambangan ptfi
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top