Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Siasat BYD Kudeta Tesla, Petani Kecil Sulit Berkembang

Pada paruh pertama tahun ini, peta pasar berubah. Sebelumnya, Tesla selalu menempati peringkat mobil listrik paling laris.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 02 Oktober 2022  |  07:15 WIB
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Siasat BYD Kudeta Tesla, Petani Kecil Sulit Berkembang
BYD merayakan pencapaian produksi yang signifikan dengan menjadi salah satu produsen kendaraan energi baru pertama di dunia yang memproduksi satu juta mobil penumpang listrik, 19 Mei 2021. - BYD
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Pabrikan baterai asal China BYD meraup penjualan mobil listrik lebih banyak pada paruh pertama 2022 dibandingkan Tesla. Pada paruh pertama tahun ini, peta pasar berubah. Sebelumnya, Tesla selalu menempati peringkat mobil listrik paling laris.

Sementara itu, KUR dinilai tidak akan sampai kepada petani kecil. Walau a pelaku sektor pertanian yang akan menerima KUR, mereka adalah petani off farm, bukan petani kecil yang secara langsung menggarap lahannya.

Berita tentang persaingan BYD dan Tesla serta KUR untuk petani kecil, serta berita-berita lainnya disajikan secara mendalam dan analitis di bisnisindonesia.id.

Berikut lima berita pilihan yang kami rangkum dalam top 5 news bisnisindonesia.id edisi Minggu, 2 Oktober 2022.  

1. Siasat BYD Kudeta Tesla dari Tahta Mobil Listrik Terlaris Dunia

Tesla tidak lagi menjadi merek kendaraan listrik paling laris sejagat, setelah pabrikan baterai asal China BYD meraup penjualan mobil listrik lebih banyak pada paruh pertama 2022. 

Pada paruh pertama tahun ini, peta pasar berubah. Tesla yang selama ini menempati peringkat mobil listrik paling laris disalip oleh BYD. Padahal, pada kuartal pertama, merek mobil listrik Amerika Serikat itu masih memimpin, sementara merek China menguntit di nomor kedua.

Pada kuartal kedua pabrikan mobil yang dimiliki konglomerat Warrent Buffet itu berhasil memacu penjualan hingga menyalip Tesla. BYD berhasil memegang pangsa jauh lebih tinggi dari tahun lalu.

2. Fakta Krisis Energi di Jerman: Cuaca Dingin, Gas Kian Menipis

Cuaca dingin dan menipisnya pasokan gas dari Negeri Beruang Merah itu menjadi fakta yang memaksa Jerman harus melakukan penghematan besar-besaran. 

Hanover, di barat laut Jerman pada Rabu (27/7/2022), menjadi kota besar pertama yang mengumumkan langkah-langkah penghematan energi, termasuk mematikan air panas di kamar mandi di gedung-gedung dan pusat rekreasi.

Sejumlah kota di Jerman bahkan telah memadamkan lampu layanan publik, mematikan air mancur, dan terpaksa menggunakan air dingin di kolam renang dan gedung olahraga saat negara itu mengurangi konsumsi energi dalam menghadapi ancaman krisis gas dari Rusia.

3. Pekan yang Sibuk untuk Oracle Red Bull Racing di F1 Singapura

 

Garasi belakang tim Oracle Redbull Racing Team/Bisnis-Rayful Mudassir

Dua mobil F1 terparkir di garasi Oracle Red Bull Racing Team. Bentuknya masih ‘mentah’. Belum ada ban terpasang. Termasuk kap mesin masih terpisah. Seluruh printilan mesin terlihat dengan jelas. 

Dua mobil jet ini akan digunakan Sergio Perez dan Max Verstappen, sang pemuncak klasemen Formula 1 sekaligus jawara F1 2021. Mereka akan memacu kendaraan itu selama tiga hari di Marina Bay Street Circuit, Singapura, pekan ini.

“Kami akan menangkap banyak informasi terutama tentang bagaimana ban yang kami gunakan berinteraksi dengan permukaan dan kondisi suhu yang kami alami,” kata Zoe Chilton, Heat of Partmentship, Oracle Red Bull Racing Team di Singapore, Kamis, (29/9/2022).

4. Optimisme Pengusaha Ritel di Tengah Ketidakpastian Global

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menargetkan pertumbuhan industri ritel sekitar 3 persen sampai 3,3 persen pada tahun ini seiring pemulihan ekonomi nasional. Meski angkanya tidak signifikan, proyeksi kali ini lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Target tersebut didasarkan pada penanganan pemerintah yang lebih baik dalam menjaga harga kebutuhan pokok. Perbaikan itu mengarah pada keseimbangan harga baru di tengah gejolak inflasi.

Aprindo optimistis industri ritel tetap bertumbuh meski ketidakpastian global terus menghampiri. Pasalnya, basis ekonomi Indonesia adalah konsumsi, yang menjadi penyumbang 50 persen lebih Produk Domestik bruto (PDB) Indonesia.

5. Tak Akan Pernah Dapat KUR, Petani Kecil Sulit Berkembang

Penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR dinilai tidak sampai kepada petani kecil secara efektif karena banyak yang tidak bisa memenuhi ketentuan administrasi perbankan. Hal tersebut menjadi salah satu kendala sulitnya petani kecil untuk berkembang di Indonesia.

Petani di Indonesia mengalami kondisi sulit cukup lama. Sayangnya, belum terdapat perbaikan yang berarti, meskipun Indonesia sering mendaulat diri sebagai negara agraris.

KUR tidak akan sampai kepada petani kecil. Memang, banyak pelaku sektor pertanian yang akan menerima KUR, tetapi mereka adalah petani off farm, bukan petani kecil yang secara langsung menggarap lahannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Top 5 News Bisnisindonesia.id Mobil Listrik jerman f1 ritel kur
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top