Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News: Uni Eropa Siapkan Sanksi Tambahan, Bank Bersiasat Pulihkan Kredit

Sanksi disiapkan Uni Eropa merespon rencana Rusia menganeksasi wilayah Ukraina yang dinilai Barat sudah menyelenggarakan referendum palsu.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 30 September 2022  |  07:05 WIB
Top 5 News: Uni Eropa Siapkan Sanksi Tambahan, Bank Bersiasat Pulihkan Kredit
PRESIDEN PUTIN. Uni Eropa menyiapkan sanksi tambahan untuk melawan rencana aneksasi Putin atas wilayah Ukraina. Di wilayah tersebut dituding Barat telah digelar referensum palsu. - Russian Presidential Press and Information Office/TASS/Alexei Nikolsky
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Uni Eropa menyiapkan sejumlah sanksi baru untuk menghukum Rusia. Sanksi disiapkan untuk merespon rencana Rusia menganeksasi wilayah Ukraina yang sudah menyelenggarakan referendum. Barat menuding pemunguan pendapat rakyat di wilayah Ukraina yang dikuasai militer Rusia sebagai referendum palsu.

Sementara itu, laju kontraksi kredit yang melanda UMKM segmen menengah perlu diakhiri. Perbankan dipandang perlu melakukan penyaluran pembiayaan dengan skema menarik. Dengan begitu, segmen tersebut dapat kembali bangkit dan masuk ke zona ekspansif.

Selain dua berita tentang Ukraina dan kredit perbankan di Indonesia, bisnisindonesia.id menyajikan berbagai berita yang dikemas secara mendalam dan lebih analitis.

Berikut lima berita pilihan edisi Jumat (30/9/2022) yang sajikan dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id untuk Anda.

1. Uni Eropa Siapkan Sanksi Tambahan, Lawan Rencana Aneksasi Putin

Perseteruan antara negara-negara Barat dan Rusia makin memanas. Uni Eropa kembali mengusulkan sejumlah sanksi baru sebagai respons atas pengumuman Moskow terkait rencana aneksasi di sejumlah wilayah Ukraina.

Sanksi baru tersebut antara lain larangan impor baru terhadap sejumlah barang dari Rusia yang berpotensi merugikan pendapatan Moskow hingga 7 miliar euro (US$6,7 miliar).

Sanksi lainnya meliputi larangan penjualan teknologi utama, larangan warga negara Uni Eropa terjun terlibat di perusahaan milik Rusia hingga larangan bagi  perusahaan Eropa menyediakan hal-hal terkait perdagangan kriptobagi  warga Rusia dan entitas yang didirikan negara tersebut.

2. TOBA Siapkan Dana Rp7,5 Triliun Masuk Bisnis EBT

PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) akan melanjutkan transisi bisnis energi hijau yang fokus pada energi terbarukan (EBT) dan kendaraan listrik. TOBA menargetkan untuk menginvestasikan sampai US$500 juta atau sekitar Rp7,5 triliun (kurs Jisdor Rp15.119 per US$) hingga 2025 pada EBT dan kendaraan listrik.

Tahun ini, TOBA menargetkan belanja modal US$35 juta yang sebagian besar akan dialokasikan untuk bisnis kendaraan listrik dan bisnis energi terbarukan.

TOBA melalui anak perusahaan mengalami kemajuan positif dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH) berkapasitas 6 MW dan on-track untuk mencapai COD pada Juni 2024.

Untuk bisnis kendaraan listrik, TOBA terus melanjutkan uji coba Electrum, Saat ini kendaraan listrik perseroan sedang menyelesaikan penilaian rencana bisnis serta mitra teknologi untuk peluncuran massal.

3. Fakta Program Jargas Rumah Tangga, Pengganti Kompor Listrik

Jaringan gas atau jargas rumah tangga PT PGN Tbk./Antara-HO-PT PGN Tbk

PT PLN telah membatalkan program pengalihan kompor LPG 3 kilogram (kg) ke kompor listrik atau induksi pada rumah tangga. Kini ada program jargas untuk rumah tangga yang kembali didorong pelaksanaannya.

Kementerian BUMN optimistis target pembangunan jaringan gas (jargas) kota sebanyak 300.000 sambungan rumah tangga (SRT) tercapai pada akhir 2022.

Mengacu Surat Edaran Menteri Keuangan No. SE-852/MK.02/2008 tanggal 10 Juli 2008, program jargas kota untuk rumah tangga merupakan kegiatan prioritas nasional dari subsektor migas.

Jargas merupakan program komplemen dalam rangka diversifikasi energi untuk mempercepat pengurangan penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar sehingga dapat membantu terwujudnya kemandirian energi. Selain itu, masyarakat dapat memperoleh sumber energi rumah tangga yang lebih murah, bersih, dan aman.

4. Kejar Tayang Revitalisasi dan Permintaan DPR Akses Tol TMII

Pemerintah terus mengebut penyelesaian revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Wajah TMII dipercantik untuk meningkatkan pelayanan wisata dan mempersiapkannya sebagai showcase keragaman budaya Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 mendatang. 

TMII baru kali ini mengalami revitalisasi. Sejak dibangun pada 1975, TMII tidak pernah mendapatkan perbaikan, dari sisi infrastruktur maupun anjungan yang menjadi ciri khasnya.

DPR RI meminta Kementerian PUPR dapat menyediakan akses yang baik ke TMII, salah satunya dengan penyediaan jalan tol langsung menuju lokasi.

5. Siasat Bank Pulihkan Kredit Segmen Usaha Menengah

Laju kontraksi kredit yang melanda UMKM segmen menengah perlu diakhiri perbankan melalui penyaluran skema pembiayaan yang menarik. Hal itu diharapkan mampu mengungkit segmen tersebut untuk kembali ke zona ekspansif.

Berdasarkan laporan Analisis Perkembangan Uang Beredar Agustus 2022, kredit UMKM skala menengah tercatat sebesar Rp327,5 triliun. Jumlah tersebut mengalami kontraksi sebesar 27,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/ YoY).

Sebelumnya, pada Juli 2022, kinerja kredit ke UMKM skala menengah juga mengalami kontraksi sebesar 26,7 persen secara tahunan dengan nilai sebesar Rp334,7 triliun. Sepanjang tahun 2022, penyaluran kredit di segmen ini rata-rata terkontraksi hingga double digit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Top 5 News Bisnisindonesia.id Perang Rusia Ukraina TBS Energi Utama Tbk. jaringan gas tmii kredit umkm
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top