Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

100 Hari Kerja Mendag Zulhas, Pengusaha Dorong Percepatan Ratifikasi IEU-CEPA

Pengusaha mendorong Mendag Zulhas untuk terus membuka peluang ekspor melalui berbagai perjanjian dagang, seperti IEU-CEPA.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 26 September 2022  |  10:10 WIB
100 Hari Kerja Mendag Zulhas, Pengusaha Dorong Percepatan Ratifikasi IEU-CEPA
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan / BISNIS/Annisa Kurniasari Saumi.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Zulkifli Hasan telah genap 100 hari menjabat sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) sejak dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pertengahan Juni lalu.

Kehadiran Zulhas sebagai Mendag diharapkan para pengusaha untuk terus membuka peluang ekspor melalui berbagai perjanjian dagang, seperti Indonesia Europe Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengungkapkan dalam 100 hari kerja, Zulhas telah aktif dalam mendengarkan sejumlah masukan dan permasalah di industri, serta soal IEU-CEPA.

Dia menyebut, pelaku usaha di bidang persepatuan sangat membutuhkan IEU-CEPA yang saat ini masih belum final. Oleh karena itu, dia berharap agar IEU-CEPA segera difinalisasi.

“IEU CEPA sudah cukup lama belum bisa difinalisasi mungkin butuh lebih dari 100 hari untuk benar-benar menyelesaikan IEU CEPA,” kata Firman, Minggu (25/9/2022).

Apabila nantinya IEU-CEPA dapat diratifikasi, dia mengatakan eksportir Indonesia dapat dengan mudah mengirimkan produknya ke Uni Eropa serta bebas pajak.

Para pengusaha sepatu pun berharap pada periode Zulhas, IEU-CEPA yang sejak 2016 belum kunjung diteken dapat segera difinalisasi, khususnya dalam upaya meningkatkan daya saing industri sepatu dari Vietnam.

“Semoga dalam waktu dekat ini Pak Zulhas bisa segera memfinalisasi IEU-CEPA untuk menjaga daya saing industri kami melawan Vietnam,” ujarnya.

Data Aprisindo mencatat eksportir alas kaki nomor satu diduduki China dengan nilai ekspor mencapai US$46.053.600 diikuti Vietnam senilai US$25.246.320, sementara Indonesia di posisi keenam dengan nilai US$6,165.241.

Meski demikian, kinerja ekspor tercatat tumbuh 28,9 persen sepanjang 2022, Januari hingga Agustus, terlebih bila pintu Uni Eropa dapat terbuka.

Sementara pada 30 Agustus lalu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rapat Paripurna telah resmi menyetujui rancangan undang-undang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK CEPA) menjadi undang-undang.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pembahasan perjanjian dagang IEU-CEPA masih belum rampung akibat isu open bidding.

Dia menyebut pihak Uni Eropa meminta pemerintah Indonesia untuk melakukan pengadaan barang secara terbuka. Namun, hal tersebut dinilai memberatkan bagi Indonesia.

“Ada poin yang belum selesai, sedikit lagi, antara lain agar government [procurement] kami melakukan open bidding atau terbuka itu masih sulit, tetapi mudah-mudahan di masa saya dapat selesai,” ujar Zulhas kepada awak media, Selasa (13/9/2022).

Pada ajang G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) di Nusa Dua, Bali, 21–23 September 2022, Zulhas mengadakan pertemaun bilateral dengan Wakil Presiden Eksekutif/Komisaris Eropa (EVP) untuk Perdagangan Valdis Dombrovskis untuk mempercepat penyelesaian IEU-CEPA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mendag kemendag zulkifli hasan IEU-CEPA
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top