Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tarif Ojek Online Sudah Naik, Pengguna Bakal Naik Motor Pribadi

Pengguna ojek online diprediksi bakal beralih pakai motor pribadi usai tarif ojol naik.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 12 September 2022  |  08:19 WIB
Tarif Ojek Online Sudah Naik, Pengguna Bakal Naik Motor Pribadi
Warga mengorder ojek online di Jakarta. - Bisnis/Abdurahman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengguna ojek online atau ojol kemungkinan besar bakal beralih menggunakan motor pribadi dengan alasan efisiensi biaya seiring dengan kenaikan tarif ojol.

Pakar Transportasi Publik Yayat Supriyatna menilai penggunaan motor pribadi dengan jarak yang sama dianggap lebih hemat dibandingkan dengan naik ojol. Ini juga memicu kenaikan pembelian motor bekas.

"Masyarakat akan lebih banyak pindah ke sepeda motor, mengingat mahalnya biaya hidup tetapi gaji atau pendapatan juga tidak naik," ujarnya, Minggu (11/9/2022).

Sebagai contohya, Yayat menuturkan dengan membayar BBM Rp10.000 pengguna motor pribadi bisa menggunakannya untuk bepergian hingga 4 hari tergantung jarak. Berbeda jauh dengan kemungkinan untuk tarif ojol yang dengan harga Rp10.000 hanya dapat digunakan untuk sekali perjalanan.

Bahkan, hematnya penggunaaan sepeda motor dengan biaya BBM per liter untuk jarak maksimal yang ditempuh juga tidak bisa menyamai untuk penggunaan angkutan umum lainnya seperti angkot.

Menurutnya, dengan tingginya potensi pergeseran ke penggunaan sepeda motor, dia mewaspadai bahwa konsekuensinya adalah tingkat kemacetan di jalan pun semakin tinggi.

Berdasarkan survei yang dirilis oleh Polling institute, jika kenaikan tarif ojol diberlakukan, opsi utama sebagai respons pengguna yaitu tetap menggunakan ojol sebagaimana biasanya sebesar 29,1 persen, menyusul di bawahnya adalah menggunakan motor sendiri 26,6 persen antara menggunakan ojol/motor sendiri 14 persen, menggunakan motor sendiri/angkutan umum 5,3 persen atau menggunakan angkutan umum 5,3 persen. Selebihnya opsi lain, adalah masing-masing kurang dari 4 persen.

Analis Polling Institute Kennedy Muslim menjabarkan kelompok laki-laki, usia lebih muda, kalangan pegawai pemerintahan, guru/dosen dan pelajar/mahasiswa cenderung menggunakan motor pribadi jika tarif ojol dinaikkan.

Sementara kelompok perempuan, usia lebih tua, kalangan wiraswasta, ibu rumah tangga dan profesi lainnya, cenderung lebih banyak tetap menggunakan ojol.

Populasi survei ini adalah setiap warga yang berumur 17 tahun, atau lebih, atau sudah menikah dan merupakan pengguna ojek online yang pernah bepergian minimal satu hari dalam seminggu terakhir (atau mitra driver) (Go-ride, Grab-Bike, Maxim-Bike, atau ojek online lainnya yang berbasis aplikasi).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ojek Online tarif ojol transportasi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top