Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tarif Ojek Online Tak Termasuk Taksi Daring, Driver Kecewa

Perkumpulan Armada Sewa kecewa tarif ojek online tidak sekaligus mengatur tarif taksi daring.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 September 2022  |  15:03 WIB
Tarif Ojek Online Tak Termasuk Taksi Daring, Driver Kecewa
Taksi Online - Antara / Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Perkumpulan Armada Sewa (PAS) menyesalkan bahwa penyesuaian tarif ojek online (ojol) yang telah diumumkan pada Rabu (7/9/2022) tidak termasuk untuk taksi daring.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Armada Sewa (PAS) Indonesia mengapresiasi pengumuman penyesuaian tarif untuk ojol oleh kemenhub. Namun, besarnya penyesuain tarif ojol yang hanya kisaran 8 persen masih jauh dari harapannya.

Tak hanya itu, dia menekankan bahwa taksi online juga menjadi sarana transportasi yang terdampak penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Namun, Kemenhub justru menyerahkan sepenuhnya terkait Penyesuaian Tarif Taksi Online ke Pemerintah Daerah/Gubernur, tanpa membuat acuan penghitungan tarif sesuai amanat PM No. 118/2018.

"Kami juga merasa kecewa, bahwa taksi online tidak termasuk dalam penyesuain tarif tersebut," ujarnya, Kamis (8/8/2022).

Saat ini, penyesuaian tarif justru diserahkan kepada masing masing Pemerintah Daerah dan untuk Jabodetabek diserahkan kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).Padahal di dalam PM No. 118/2018 dari Kementrian Perhubungan memiliki tugas membuat Acuan sebagai bahan penentuan Tarif di setiap daerah.

Adapun saat ini Kemenhub hanya menetapkan kebijakan tarif ojol yang baru. Untuk angkutan sewa khusus, Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno menjelaskan terdapat aturan tersendiri yang kewenangannya ada di daerah. Termasuk untuk wilayah Jabodetabek berada di bawah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek.

Sementara untuk persoalan tarif jasa pengantaran barang dan makanan, Kemenhub tak memiliki wewenang untuk mengaturnya lebih jauh.

"Tarif pengantaran itu memang menjadi keluhan ojol selama ini, pengantaran barang ada UU tersendiri yang menjadi ranahnya Kominfo bukan ranah Kemenhub," tekannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ojek Online tarif ojol taksi online
Editor : Rio Sandy Pradana

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top