Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PLN Antisipasi Naiknya Harga Gas dari Train LNG Tangguh, Listrik Naik?

PT PLN (Persero) bersiap menghadapi potensi kenaikan biaya pokok produksi listrik akibat pengembangan fasilitas Train 3 LNG Tangguh.
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN tengah mengantisipasi potensi naiknya biaya pokok produksi listrik seiring dengan pengembangan fasilitas Train 3 LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat yang ditarget rampung pada Maret 2023.

EVP Gas dan BBM PT PLN Rahmad Ashari mengatakan pengembangan salah satu lapangan pemasok gas terbesar untuk perusahaan setrum pelat merah itu bakal berdampak langsung pada harga beli gas pada kontrak kerja sama ke depan.

Kendati, kata Rahmad, pemerintah telah mematok harga jual gas untuk sejumlah industri domestik di angka US$6 per million british thermal unit (MMBTU).

“Sepertinya memang tidak bisa dielakkan bahwa harga gas Tangguh akan naik pada tahun-tahun yang akan datang,” kata Rahmad dalam FGD Energy Watch, Kamis (25/8/2022).

Rahmad menerangkan harga jual gas yang tinggi itu mesti menyesuaikan dengan hitung-hitungan pengembalian ongkos investasi pada pengembangan Train 3 LNG Tangguh yang relatif besar.

Seperti diketahui, Tangguh train 3 dengan kapasitas 3,8 million tons per annum (mtpa) dikembangkan berdasarkan persetujuan plan of development (POD) II dengan nilai investasi dapat mencapai hingga US$11 miliar atau setara dengan Rp159 triliun.

“Pengembangan Train 3 pada 2023 yang setelah COD kilang tersebut tentunya berdasarkan kontrak kerja sama di upstream maka akan ada pengembalian cost recovery dan ini memengaruhi ketersedian bagian negara di Tangguh ya,” kata dia.

Proyek LNG Tangguh adalah proyek produksi dan penjualan LNG yang telah direalisasikan dalam bentuk joint ventures antara British Petroleum sebagai operator, pemerintah Indonesia, kontraktor, dan, khususnya masyarakat lokal Papua Barat. Proyek ini menghasilkan LNG dari ladang gas Wiriagar, Berau, dan Muturi, di Teluk Bintuni, Papua Barat dengan luas 5.966,9 kilometer persegi.

Produksi gas bumi rata-rata Lapangan Tangguh tahun 2021 sebesar 1.312 MMSCFD, dan status per 14 Juni 2022 sebesar 1.162 MMSCFD. Produksi LNG dimulai pada Juni 2009, dan kargo LNG pertama dikirim pada Juli 2009. Proyek LNG Tangguh menghasilkan 7,6 juta ton LNG setiap tahunnya melalui Train 1 dan 2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper