Ada Masalah Lahan, Titik Akhir MRT Jakarta Fase II Bakal Berubah

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar ada alternatif titik akhir lain untuk MRT Jakarta Fase II ini di wilayah Ancol maupun Marina.
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2A di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (6/6/2021)./Antara
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2A di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (6/6/2021)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan adanya permasalahan lahan di titik akhir jalur MRT Jakarta Jalur Utara-Selatan di Ancol Barat. 

Dia menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar ada alternatif titik akhir lain untuk MRT Jakarta Fase II ini di wilayah Ancol maupun Marina.

"Tentu ini berharap perolehan lahan baik dari Menteri ATR/BPN maupun Gubernur DKI Jakarta," ujarnya pada konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (25/8/2022).

Namun bukan itu saja, ternyata proyek MRT Jakarta Jalur Utara-Selatan ini juga mengalami pembengkakan biaya sekitar Rp3,5 triliun, yakni dari Rp22,5 triliun jadi Rp26 triliun.

Airlangga menyebut biaya proyek ini bengkak akibat kompleksitas konstruksi dan kondisi lahan yang tidak stabil. Untuk diketahui, pembangunan jalur MRT Utara-Selatan melewati bangunan peninggalan budaya seperti Kota Tua sehingga diperlukan kehatian-hatian ekstra.

"Ini masuk di dalam Kota Tua sehingga perlu lebih berhati-hati secara struktur," tuturnya.

Lebih lanjut, dia memerinci proyek MRT Jakarta Utara-Selatan mencakup Proyek MRT Jakarta Fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI), dan Fase 2 yang dibagi menjadi Fase 2A (Bundaran HI-Kota) dan Fase 2B (Kota-Ancol Barat). 

Seperti diketahui, MRT Fase 1 sepanjang kurang lebih 16 kilometer (km) itu sudah beroperasi sejak 2019 dan terbagi jadi jalur terowongan dan elevated. Sedangkan, proyek MRT Fase 2A dan 2B secara keseluruhan berada di bawah tanah.

Adapun pembangunan proyek MRT Fase 2A telah dimulai yakni pada tiga paket proyeknya yaitu CP201 (Bundaran HI-Harmoni), CP202 (Harmoni-Mangga Besar), dan CP203 (Mangga Besar-Kota).

Sebelumnya, paket CP202 Harmoni-Mangga Besar sempat tertahan akibat kesulitan tender atau menemukan kontraktor. Alasan kesulitan itu akibat kompleksitas area konstruksi yang meliputi sejumlah bangunan tua dan peninggalan sejarah.

Sampai akhirnya pada Juli 2022, paket proyek CP202 resmi digarap kontraktor Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (JV), kontraktor yang juga mengerjakan paket CP201. Pembangunan CP202 akan meliputi di antaranya tiga stasiun MRT yakni Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, dan Stasiun Mangga Besar.

Untuk pembangunan MRT Jakarta Fase 2A segmen 1 (Bundaran HI-Harmoni) ditargetkan rampung pada Maret 2025, sedangkan segmen 2 (Harmoni-Kota) rampung Agustus 2027. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rahmi Yati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper