Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendag Zulkifli Hasan: Ekspor Busana Muslim Bisa Naik 2 Kali Lipat!

Mendag Zulkifli Hasan optimistis ekspor busana muslim pada semester II/2022 bisa naik hingga 2 kali lipat.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 23 Agustus 2022  |  17:07 WIB
Mendag Zulkifli Hasan: Ekspor Busana Muslim Bisa Naik 2 Kali Lipat!
Calon pembeli memilih busana di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (10/5/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menargetkan nilai ekspor busana muslim pada semester II/2022 bisa mencapai 2 kali lipat dibanding pada semester I/2022.

Ekspor fesyen pada paruh pertama 2022 tercatat sebesar US$2,85 miliar atau naik 39,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$2,04 miliar. Adapun pada 2021, ekspor fesyen muslim Indonesia tercatat sebesar US$4,68 miliar atau naik 12,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$4,16 miliar.

“Meskipun meningkat tapi transaksinya masih kecil ya. Kita hanya urutan ke-13 dari negara pengekspor fesyen muslim. Kalah dari Uni Emirat Arab dan Vietnam. Makanya kita targetkan 100 persen nambahnya,” ujar Zulkifli pada acara Road to Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023, Fashion Show Dialog bertajuk "From Local Wisdom to Global Inspiration" yang berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan hari ini, Selasa (23/8/2022).

Menteri yang kerap disapa Zulhas itu menyampaikan, keragaman budaya, kearifan lokal, serta sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia tidak hanya mampu menginspirasi dunia, tetapi juga dapat menguasai pasar global, salah satunya di sektor fesyen muslim Indonesia. Keunggulan dan potensi yang dimiliki menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia di tahun 2024.

“Beragam kain tradisional Indonesia dengan nilai filosofis menjadi sumber kreativitas bagi para desainer dan pelaku usaha fesyen muslim Indonesia yang tidak dimiliki negara lain. Inilah yang menjadi kunci untuk mewujdukan Indonesia sebagai sebagai kiblat fesyen muslim dunia di tahun 2024,” ujar Zulhas.

Selain itu, Zulhas menjelaskan, potensi pasar fesyen muslim dan modest fashion sangat besar. Ada dua yang mendorong agar kiprah Indonesia harus lebih besar lagi di sektor fesyen muslim dan modest fashion.

Pertama, populasi muslim dunia setara 25 persen total populasi dunia. Pada 2060, jumlahnya diprediksi meningkat menjadi 30 persen populasi global. Kedua, daya beli produk modest fashion meningkat 6,1 persen dalam empat tahun terakhir dan diperkirakan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan jumlah konsumen/populasi.

Acara Road to JMFW 2023 Fashion Show Dialog hari ini menampilkan pagelaran busana delapan jenama fesyen muslim kebanggaan Indonesia yaitu Kami, Ria Miranda, IKYK, Ivan Gunawan, Nada Puspita, Wearing Klamby, Khanaan, serta Button scarvesx Benang Jarum.

Zulhas juga akan mengundang para pelaku usaha di bidang fesyen, khususnya fesyen muslim Indonesia untuk duduk bersama dan berdiskusi. “Pasar dalam negeri itu penting, tapi ini saatnya untuk ‘go global’. Kementerian Perdagangan siap mendukung penuh upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat muslim dunia,” tuturnya.

Ketum PAN itu mengajak para pemangku kepentingan terkait untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menyukseskan JMFW guna mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia.

Puncak penyelenggaraan JMFW tahun ini akan dilaksanakan pada 20-22 Oktober 2022 bersamaan dengan perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 Tahun 2022 yang bertempat di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mendag kemendag zulkifli hasan ekspor muslim
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top