Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Patokan Listrik Jerman Tembus Rekor 500 Euro, Naik 500 Persen!

Harga patokan listrik Jerman naik 500 persen dalam setahun terakhir, terutama didorong oleh langkah Rusia yang memangkas pasokan gas.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  20:14 WIB
Harga Patokan Listrik Jerman Tembus Rekor 500 Euro, Naik 500 Persen!
Matahari terbenam di balik sistem derek pelabuhan dan turbin angin di Hamburg, Jerman. Eropa kini menghadapi krisis energi yang membuat harga gas meroket - neweurope.eu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga listrik patokan Eropa melampaui 500 euro untuk pertama kalinya, meningkatkan tekanan pada konsumsi rumah tangga dan pelaku bisnis karena krisis energi terburuk dalam beberapa dekade tampaknya akan bertahan hingga tahun depan.

Mengutip Bloomberg, Selasa (16/8/2022), harga patokan listrik Jerman untuk tahun depan naik 6,4 persen menjadi 508 euro per megawatt-hour di European Energy Exchange AG. Harga tersebut mencerminkan kenaikan 500 persen dalam setahun terakhir, terutama didorong oleh langkah Rusia yang memangkas pasokan gas.

Seiring biaya energi yang terus melambung, pelaku industri di Jerman dari mulai pembuat kaca hingga produsen logam merasakan kesulitan. Nyrstar NV menjadi perusahaan besar terbaru yang mengumumkan pengurangan karyawan pada Selasa, dengan mengatakan akan menutup pabrik peleburan seng Budel di Belanda, salah satu yang terbesar di Eropa, pada awal bulan depan.

“Semakin lama kenaikan harga ini naik, akan semakin terasa di seluruh perekonomian. Besarnya peningkatan dan besarnya krisis tidak sebanding dengan apa pun dalam beberapa dekade terakhir," kata Daniel Kral, ekonom senior di konsultan Oxford Economics.

Negara-negara di seluruh Eropa sedang merencanakan kemungkinan kekurangan listrik musim dingin ini. Sebagian mempertimbangkan penjatahan pasokan ke industri tertentu untuk memastikan permintaan penting dapat dipenuhi.

Saat listrik biasanya termurah di musim panas, tahun ini tidak demikian karena kekhawatiran pasokan dan permintaan yang kuat mendorong harga lebih tinggi.

Hasi produksi listrik dari armada nuklir Prancis, yang secara tradisional merupakan tulang punggung sistem tenaga di kawasan itu, akan menjadi yang terendah dalam beberapa dekade tahun ini. Hal itu mengubah negara itu menjadi importir listrik, membuat negara-negara tetangga lebih bergantung pada gas untuk menyalakan lampu.

Pada saat yang sama, kekeringan dan panas yang ekstrem di seluruh Eropa telah mengeringkan sungai dan waduk yang sangat penting untuk pasokan tenaga air di beberapa negara, membuat benua itu kekurangan alternatif lain untuk bahan bakar fosil. Pembangkit listrik tenaga angin juga berada di bawah norma musiman, sehingga menaikkan biaya untuk pembangkit listrik jangka pendek.

Musim kemarau yang berkepanjangan telah menyedot air dari Rhine, jalur air utama untuk pengangkutan bahan bakar seperti batu bara, dengan tingkat yang sekarang sangat rendah sehingga secara efektif tidak dapat dilalui oleh banyak kapal tongkang. Rute alternatif melalui jalan darat dan kereta api pun dinilai mahal.

Harga listrik di tempat lain di Eropa juga melonjak pada Selasa, dengan kontrak Nordik mencapai level tertinggi sepanjang masa. Listrik Prancis, yang mengalami perdagangan tipis pada Agustus, ditutup Senin pada rekor tertinggi 636,50 euro per megawatt-hour.

Benchmark gas berjangka Eropa untuk bulan depan naik sebanyak 8,8 persen ke level intraday tertinggi sejak awal Maret 2022.

"Kita sudah melihat kehancuran permintaan industri karena harga gas terus reli. Dan dengan Jerman memutuskan minggu ini untuk mengenakan biaya tambahan pada konsumen gas rumah, rumah tangga akan segera merasakan tekanan juga,” kata Kesavarthiniy Savarimuthu, analis BloombergNEF.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga listrik eropa jerman Krisis Energi

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top